Sungai Depan Rumah Meluap, Warga Krajan Leyangan Desak Normalisasi dan Pembangunan Talud
KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]– Aliran sungai yang berada di depan rumah H. Sutiman, wilayah RT 03 RW 02 Krajan, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur dilaporkan meluap, akibat kondisi sungai yang dangkal dan belum memiliki talud penahan yang memadai.
Meningkatnya debit air membuat sungai tidak mampu menampung aliran, sehingga air meluber ke area sekitar permukiman warga.
Pendangkalan sungai disebut menjadi salah satu faktor utama penyebab meluapnya air, terutama saat intensitas hujan tinggi. Seorang warga RT 03 RW 02 Krajan menyampaikan, bahwa kondisi tersebut sudah lama dikhawatirkan masyarakat.
“Sungainya sudah lama dangkal dan belum ada talud. Kalau hujan deras, air cepat naik dan meluap. Kami khawatir kalau hujan terus-menerus bisa masuk ke rumah warga,” ujar Pak Haji, Minggu (22/2).
Warga juga berharap, pemerintah desa bersama instansi terkait, segera melakukan langkah konkret berupa normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi serta pembangunan talud penahan untuk memperkuat bantaran kali.
Menurut warga, langkah preventif lebih penting daripada penanganan darurat setelah banjir terjadi.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban atau kerugian besar. Lebih baik sekarang dilakukan normalisasi dan dibuat talud agar aliran air lebih lancar dan aman,” imbuhnya.
Hingga sore hari, situasi di lokasi dilaporkan masih aman dan terkendali. Air telah surut dan belum memasuki rumah warga. Namun, masyarakat tetap siaga mengantisipasi kemungkinan naiknya debit air, apabila hujan kembali turun dalam beberapa hari ke depan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perawatan rutin saluran air serta pembangunan infrastruktur penahan tebing sungai di kawasan permukiman. Sinergi antara pemerintah desa, dinas terkait dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu mencegah potensi banjir yang lebih besar di kemudian hari.


