Sektor Perdagangan Mendominasi Investasi di Kota Semarang

SEMARANG[Berlianmedia] – Sektor perdagangan sepanjang 2023 masih mendominasi investasi di wilayah Kota Semarang, disusul sektor infratstruktur dan property, selain sektor industri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang Widoyono mengatakan peluang invetasi di wilayahnya sektor perdagangan masih tercatat tertinggi.

Hingga 2023 ini, lanjutnya, peluang investasi yang menempati urutan pertama berada pada sektor perdagangan.

Pada 2022 tercatat 11.968 perizinan sektor perdagangan atau 34% yang masuk melalui sistem online single submission (OSS).

Setelah sektor perdagangan, ada sektor pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) dengan 4.336 perizinan yang masuk, lalu sektor industri dengan 4.063 perizinan, sektor pariwisata dengan 2.625 perizinan dan sektor kesehatan dengan 668 perizinan hingga 2022.

Baca Juga:  Semakin Kuat, Ormas Squad Nusantara Siap Kawal Yoyok-Joss Menang di Pilwakot Semarang 2024

“Sektor perdagangan memiliki peluang yang besar dan bisa menjadi minat para investor yang akan menanamkan investasinya di Kota Semarang,” ujar Widoyono saat pemaparan dalam Sharing Session bersama Porinti Kota Semarang dan Perpit Jawa Tengah di Hotel Dafam, Jumat (23/6).

Menurutnya, sektor perdagangan bentuknya sangat beragam, namun yang menonjol adalah usaha kuliner dan perdagangan jasa di hotel.

Restoran, lanjutnya, dengan beberapa jenis mulai dari fast food, restoran Jepang, restoran Korea, restoran China hingga restoran Indoensia atau masakan Nusantara tercatat cukup banyak.

Usaha resto dengan masakan Jepang paling banyak diminati oleh pelanggan di Kota Semarang.

Sementara untuk perdagangan jasa dan perhotelan terutama bintang empat juga paling banyak diminati di Kota Semarang.

Sepanjang 2022 saja, sudah ada 25.540 perizinan yang masuk, sedangkan 2023 ini, juga diharapkan investor akan lebih banyak menanamkan modalnya di Kota Semarang.

Baca Juga:  Sport Tourism & Sekolah Atlet, Kado Ganjar di Haornas 2022

“Perizinan ini tidak hanya di DPMPTSP, tapi juga dinas lain seperti Distaru, DLH, maka kami terus berupaya terus melakukan komunikasi dengan dinas-dinas lain agar kemudahan perizinan ini bisa selalu didapatkan oleh para pengusaha,” tuturnya.

Melalui sharing session ini, dia juga berharap para pengusaha yang datang bisa menyampaikan kemudahan-kemudahan serta peluang-peluang yang ada di Kota Semarang kepada komunitas pengusaha baik tingkat regional hingga internasional.

“Dalam kesempatan ini kami meminta masukan kepada para pengusaha. Perizinan saat ini sudah dipermudah hanya melalui OSS dalam sehari sudah jadi,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!