Warga Rembang Diminta Waspadai DBD

REMBANG[Berlianmedia] – Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro meminta masyarakat Rembang mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) dan melakukan pencegahan. Sebab, kasus DBD di Rembang meningkat, bahkan terakhir tercatat 33 kasus, dengan dua orang anak meninggal dunia.

Ia menambahkan, pemerintah desa, termasuk Tim Penggerak PKK desa diharapkan mulai menggalakkan kebersihan lingkungan.

“Kebersihan lingkungan harus jadi prioritas. Paling tidak, untuk di akhir musim penghujan sampai musim kemarau, banyak sekali endemi nyamuk demam berdarah, ini mesti hati-hati dan mengantisipasinya,” ujarnya pada musyawarah rencana pembangunan tingkat kecamatan (Musrenbangcam) Sarang, Selasa (28/2).

Selain itu, wabup meminta masyarakat menggalakkan 3M plus. Yakni, menguras tempat-tempat penampungan air, menutup tempat tampungan air, dan mengubur/memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).

Baca Juga:  Jama'ah Ainul Hayat Rintis Pendirian Lembaga Kesejahteraan Sosial Lansia dan Anak

Warga juga diingatkan untuk tidak bergantung dengan fogging, karena hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik.

“Fogging ini hanya membunuh nyamuk dewasa, jentik tidak akan mati. Ini juga penting, menggunakan lotion anti nyamuk atau obat nyamuk, pakai kelambu untuk anak- anak,” tuturnya.

Dia menambahkan, para kades dan anggota PKK desa diminta untuk menginformasikan kepada warganya terkait imbauan pencegahan DBD. Ketika anaknya mengalami demam, wabup mengingatkan, untuk tidak panik dan segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Puskesmas, dokter atau bidan desa bisa diajak konsultasi, serta memberikan penanganan pertama lebih awal. Yang terpenting itu, agar waspada lagi,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!