250 Majlis Taklim Kota Semarang Ikuti Seminar ‘Seni Menata Hati’

SEMARANG[Berlianmedia] – Ratusan majlis-majlis taklim mengikuti seminar ‘Seni Menata Hati’ yang digelar Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah di Aula Balai Kota Semarang dan dibuka oleh Sekda Kota Semarang Ir Iswar Aminuddin MT, Sabtu (3/2).

Ikadi mengajak majlis-majlis taklim menyembuhkan setiap luka hati melalui kegiatan seminar gratis tanpa dipungut biaya. Kegiatan dengan menghadirkan Ustadz tenar Usep Badruzzaman dan Ustadz Okeu Sertiawan itu diikuti 250 majlis-majlis taklim di Kota Semarang.

Sekda Kota Semarang Ir Iswar Aminuddin MT mengapreasiasi kegiatan seminar itu, karena sebuah seminar yang sangat penting untuk diikuti dan harapannya dapat menjadi bagian bersama dalam menjaga hati.

Menurutnya, yang sehat secara fisik dan mental menjadi krusial sebagaimana hadist nabi “Sesungguhnya” pada diri manusia itu ada segumpal daging yang apabila daging itu baik, maka baiklah tubuh seluruhnya. Dan apabila ia rusak, maka akan rusaklah segala perbuatan dan aktivitasnya.

Karena itu, tutur Iswar, seminar ini InshaAllah akan menjadi suntikan ilmu, hikmah, dan semangat bagi tentara tubuh untuk senantiasa menjaga hati kembali bersih sebagaimana fitrah manusia.

“Luka dan sakit hati tentu pernah kita rasakan, ada yang menjadikan trauma dan membekas secara sadar maupun tidak. Ini tentu tidak sehat dan perlu disembuhkan karena secara sadar atau tidak akan berpengaruh pada kesehatan fisik maupun mental kita,” ujar Iswar.

Baca Juga:  Jelang Nataru, Ganjar Imbau Warga Jateng Jaga Kondusivitas; Mari Kita Bersukaria

Irwar mengatakan majelis-majelis dan ulama yang dapat memberikan manfaat, mempersatukan umat, dapat membangun sebuah komunikasi dan membangun kebersamaan, merupakan harapan semua umat.

“Pemkot Semarang menyampaikan terimakasih, karena majelis-majelis seperti ini yang ikut membawa Kota Semarang semakin baik. Bahkan melalui doa-doanya ke depan Kota Semarang semakin hebat,” tutur Iswar.

Irwar menuturkan, menata hati ibarat yang harus membangun sebuah mangkok yang harus di isi dengan jiwa yang baik, sehingga mangkok yang baik berisi hati dan jiwa yang baik.

“Dengan mangkok-mangkok  yang baik bisa disatukan, diharapkan Indonesia mencapai 2045 sebagai tahun emas akan memasuki kekuatan lima ekonomi dunia. Kalau ini kita tidak mempersiapkan potensi kekuatan ekonomi dunia sulit terwujud,” ujarnya.

Irwar mengingatkan Indonesia 20245 menjadi kekuatan ekonomi dunia dengan kebudayaan yang dimiliki, jangan sampai hilang kebiasaan sebagai bangsa yang terkenal mempunyai adat istiadat yang baik.

“Semoga bekal hati yang bersih dan baik ini pula yang akan mengantarkan kita memasuki pesta demokrasi dan bulan Ramadhan dalam waktu dekat. Semoga Alloh mudahkan, mampu dan bimbing setiap hati untuk memilih dan bersikap dengan hati yang bersih dan bijak,” ujar Iswar.

Sementara itu, Ustadz Usep Badruzzaman mengajak para jemaah penyembuhan luka batin dengan Al- Quran agar hidupnya dimuliakan Allah SWT. Tidak hanya itu, masyarakat diharapkan bisa lebih baik hidupnya.

Baca Juga:  Polres Demak Kawal Puluhan Sopir Truk Aksi Damai ODOL ke Semarang

“Semua yang hadir, hajatnya terkabul. Puluhan ribu yang hadir, dosanya diampuni. Yang bawa beribu-ribu masalah, masalahnya diselesaikan,” ujar Ustadz Usep.

Dia berharap masyarakat menjaga diri dari permusuhan, saling menyakiti dan dapat menghidari suudhon kepada orang lain.

Menurutnya, sejumlah permasalahan yang ada di hidup ini, seringkali berawal dari pikiran yang gaduh. Inilah yang acapkali membuat batin merasa ‘sakit’.

Ustadz Usep yang juga sebagai Ketua Ikadi Jateng itu berpesan agar umat berperilaku yang baik, misalnya menyapa, mengucapkan terimakasih atau memberikan senyum, meski merupakan hal kecil kepada orang lain, tetapi hidayah Allah akan didapat.

“Sucikan Allah dalam hati, maka hati kita akan sembuh, begitu juga sebelum menolong orang lain tolong lebih dulu kita sendiri. Hanya Allah yang akan memberikan hidayah, hanya Allah yang akan memberikan cahaya (nor) dan bisa menolong kita,” tutur Ustadz Usep.

Luka batin, tutur Ustadz Usep, tidak akan bisa disembuhkan kalau tidak ada pertolongan Allah. Karena dengan adanya hidayah Allah maka luka batin bisa sembuh.

Ada sebuah asumsi yang mengatakan, seberapa lama terus membiarkan luka batin ini tanpa upaya untuk menyembuhkan, maka seberapa lama itu pula membutuhkan waktu untuk pulih. misalkan 3 tahun lalu terjadi luka batin yang lantas dibiarkan, maka penyembuhannya membutuhkan waktu 3 tahun pula.

Baca Juga:  Peran Media Siber Diharapkan Berikan Edukatif Dan Membangun Bangsa

“Sama dengan lama waktu kita membiarkan luka batin tersebut bersarang dalam tubuh. Meski demikian, kembali lagi ini hanyalah sebuah asumsi perkiraan waktu. Ada yang dapat sembuh dalam waktu relatif singkat, ada pula yang butuh waktu lebih lama. Oleh sebab itu, luka batin sebenarnya tidak dapat diremehkan,” ujarnya.

Contoh sederhana, misalnya ada seseorang yang menargetkan tahun kemarin menikah. Tahun berganti, dan kenyataannya, target itu meleset. Ia belum dapat menikah dikarenakan suatu alasan. Satu kenyataan bahwa ia tidak belum dapat menikah tahun lalu tentu secara wajar akan membuat ia merasa kecewa. Suatu kejadian yang secara nyata tidak sesuai dengan harapan.

“Bagi perempuan yang belum memiliki suami dan bagi lelaki lajang belum mempunyai istri, tidak usah mencari, Carilah Allah pasti insyaalah Allah akan menolong memberikan suami maupun istri yang baik, tuturnya.

Selain itu, Ustadz  Usep juga menyarankan luruskan hati hanya untuk Allah, jika ada kekurangan atau kesalahan teman maupun orang lain mohon dimaafkan, karena diri sendiri yang dapat memaafkan, sehingga akan mendapatkan hidayat Allah, meski hidayah ada tingkatannya sesuai kebaikan yang diperbuat.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!