Wabup Hanies Buka Jambore Nasional Relawan Penanggulangan Bencana

REMBANG[Berlianmedia] – Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ mengatakan, Rembang merupakan salah satu kabupaten dengan tingkat risiko bencana sedang karena  topografi dan kondisi geografis daerah di wilayahnya berpotensi rawan bencana.

“Ancaman bencana di Kabupaten Rembang cukup beragam, dengan intensitas utama adalah ancaman bencana hidrometeorologi, baik banjir, tanah longsor, banjir bandang, termasuk rob dan cuaca ekstrem, terutama di 14 kecamatan,” ujarnya saat membuka Jambore Nasional Relawan Penanggulangan Bencana di kawasan wisata Karang Jahe Beach (KJB) Desa Punjulharjo, Rabu sore (5/10).

Menurutnya, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya BNPB, BPBD, dan relawan. Untuk itu, kepada semua pihak di bawah koordinasi BPBD, agar dapat melakukan tindakan dengan cepat dan tepat, serta tidak keluar dari ketentuan yang berlaku, untuk melakukan penanganan sebaik mungkin.

Baca Juga:  Kompol Idzhar Purna Tugas, Polres Demak Gelar Upacara Penyerahan Jabatan Kapolsek Guntur

“Salah satu butir arahan Bapak Presiden Joko Widodo dalam Pembukaan Rakornas Penanggulangan Bencana 2022 di Bogor, adalah agar menumbuhkan budaya kerja yang siaga, antisipatif, responsive, dan adaptif,” tutunya.

Wabup menambahkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana, agar mereka siap sebelum, saat, dan pascabencana.

“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu dan momentum bersama untuk dapat dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten. Dengan demikian, upaya untuk menumbuhkan kesadaran terhadap bencana di masyarakat menjadi lebih baik, sehingga dapat mengurangi dampak bencana,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan secara simbolis peralatan yang nantinya digunakan selama jamboree, seperti sapu, kentongan, dan geo bag (karung yang kemudian diisi dengan pasir atau tanah untuk melindungi pantai dari abrasi).

Baca Juga:  Kerjasama Politik Jadi Faktor Krusial Mendukung Indonesia Emas 2045

Selain itu, wabup juga menyerahkan bibit tanaman mangrove dan buah yang akan ditanam oleh para relawan di sejumlah lokasi.

Sebagai informasi, seusai pembukaan, para relawan langsung mengikuti kegiatan forum group discussion (FGD) yang dibagi ke dalam enam klaster, yaitu klaster penyelamatan dan evakuasi, klaster logistik, klaster sarpras, klaster perlindungan dan konsumsi, dan klaster posko dan komunikasi.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!