TMMD Reguler 2022 Dilaksanakan di Rusunawa Kudu

SEMARANG[Berlianmedia] – Program Tri Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 2022 kembali mulai dilaksanakan yang berlangsung 11 Oktober 2022. Kali ini fokus pelaksanaan di Rusunawa Kudu, Kelurahan Kudu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Dandim 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana mengatakan pemilihan lokasi karena Rusunawa Kudu ini dianggap menjadi sasaran TMMD yang tepat, mengingat dalam satu lokasi bisa mengakomodir semua kegiatan program TMMD Reguler baik kegiatan fisik dan non fisik.

Honi mengatakan pada TMMD reguler kali ini, pihaknya bersama Pemerintah Kota (Pekot) Semarang tidak hanya fokus dalam pembangunan fisik tapi juga kegiatan non fisik.

Menurutnya, di dalam Rusunawa Kudu yang terdapat sembilan tower dengan 790 kepala keluarga bisa menjangkau seluruh warga sehingga pemerataan peningkatan kesejahteraan warga bisa terlihat nyata.

Baca Juga:  KAI Berikan Diskon Tiket 20% Untuk Mudik Awal 14-17 April

“TMMD Reguler ini kita adakah selama satu bulan ke depan dan kami kerahkan 150 personel yang akan bersinergi dengan unsur OPD sesuai dengan bidangnya masing-masing. Harapannya bisa optimal pelaksanaannya,” ujar Dandim seusai melakukan upacara penandatangan MoU dengan Pemkot Semarang di Lapangan Rusunawa Kudu, Selasa (11/10).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengapresiasi adanya program TMMD Reguler ini. Dia menuturkan memang dalam TMMD Reguler ini tidak hanya fokus dalam pembangunan infrastruktur saja. Kendati begitu, ada tiga hal menjadi fokus utama yakni penanganan stunting, pemberdayaan masyarakat dan kedaulatan pangan atau ketahanan pangan.

“Kalau infrastruktur memang sudah berjalan, nanti ada gerakan menanam karena disini sangat luas lahannya dan urban farming jadi salah satu fokus utama di Rusunawa,” tutur Ita panggilan akrab Hevearita G Rahayu itu.

Baca Juga:  PT THRS Diduga Lakukan Pengeprasan Bukit di Luar Area Izin, DLH Semarang Siapkan Teguran Resmi

Menurutnya, stunting dimasukkan dalam program TMMD kali ini meski angka stunting di Kelurahan Kudu tidak terlalu tinggi. Namun Ita berharap ada pencegahan hingga penurunan angka stunting, termasuk program nasional.

“Angka stunting memang kecil disini, tapi tadi saya lihat ada ibu muda yang sudah punya empat anak, ini harus diedukasi agar tetap bisa menjaga gizi anak-anaknya agar tidak stunting dan ekonomi jangan sampai menurun,” ujarnya.

Dia menambahkan, ada demo masak makanan untuk mencegah stunting atau Dahsat, tes kesehatan juga pemberdayaan masyarakat. Pihaknya akan mengajak warga untuk mengikuti pelatihan mulai dari sektor perikanan, pertanian, UMKM hingga ketahanan pangan.

“Setelah program TMMD ini selesai diharapkan warga di rusunawa bisa mandiri dan bisa menjaga ketahanan pangan mereka sehingga kesejahteraan terwujud,” tutur Ita.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!