Edukasi dan Advokasi Kesiapsiagaan Bencana Menguat di SMPN 2 Karangtengah Demak

DEMAK [Berlianmedia]– Upaya membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan terus diperkuat.

Kepala SMP Negeri 2 Karangtengah, Masnan, S.Pd., S.Kom., M.Pd., menerima kunjungan kerja dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak untuk koordinasi peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), di ruang kepala sekolah, Selasa (7/4).

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengintegrasikan edukasi kebencanaan ke dalam lingkungan sekolah. BPBD Kabupaten Demak bersama pihak sekolah berkomitmen menghadirkan kegiatan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan bencana yang akan dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026.

Kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi sarana edukasi praktis bagi siswa dan tenaga pendidik. Materi yang diberikan mencakup simulasi evakuasi gempa bumi, penanganan kebakaran, hingga pertolongan pertama gawat darurat (PPGD).

Baca Juga:  "Kick Off" Launching GPM, Polres Demak Sediakan Beras Murah Untuk Masyarakat

Pendekatan interaktif yang digunakan diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan siswa dalam menghadapi situasi darurat.

Dalam perspektif advokasi, program ini merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap hak anak untuk mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang aman yang membekali siswa dengan keterampilan hidup, termasuk mitigasi risiko bencana.

Perwakilan BPBD Kabupaten Demak menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi kebencanaan. Edukasi sejak dini dinilai efektif dalam membentuk karakter tangguh serta respons cepat saat terjadi bencana. Selain itu, pemahaman mengenai titik kumpul aman, jalur evakuasi, dan pentingnya menjaga ketenangan menjadi kunci dalam meminimalisir risiko korban.

Masnan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan komitmen sekolah untuk terus mendukung program sekolah aman bencana.

Baca Juga:  Antisipasi Jeratan Pinjol Ilegal, OJK Tingkatkan Literasi Keuangan

“Kegiatan ini sangat penting agar siswa dan guru lebih siap menghadapi kondisi darurat. Kami ingin memastikan lingkungan belajar yang aman dan responsif terhadap bencana,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga akan melibatkan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kabupaten Demak melalui Satgaskom sebagai bagian dari penguatan komunikasi darurat. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 2 Karangtengah tidak hanya meningkatkan kapasitas internal sekolah, tetapi juga berkontribusi dalam gerakan yang lebih luas untuk menciptakan masyarakat yang tangguh terhadap bencana. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menanamkan kesadaran kolektif bahwa kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!