Tanggapi Sampah di TPS Pucang Gading, DLH Demak Siapkan Tenaga Operasional

DEMAK [Berlianmedia]– Menanggapi menumpuknya sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pucang Gading, yang meresahkan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak memastikan sudah melakukan langkah darurat untuk menangani penumpukan sampah di TPS Pucang Gading yang sempat overload pasca penutupan TPA Rowosari.

Kepala DLH Demak, melalui keterangan yang disampaikan oleh Sekretaris Dinas (Sekdin) Wawan Setyawan mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengirim kontainer tambahan untuk membantu pengelolaan sampah di TPS tersebut. Selain itu, satu tim berisi lima personel juga disiagakan guna mendukung operasional di lapangan.

“Kemarin sudah kita bantu kontainer dan pola pengangkutan juga sedang kita atur untuk handle sampah di Pucang Gading,” terang Wawan Setyawan kepada Wartawan, melalui pesan WhatsApp, Minggu (24/8).

Baca Juga:  Polda Jateng Terjunkan Tim Virtual Police Pantau Berita Hoaks Jelang Pemilu

Sekdin DLH juga menjelaskan, bahwa kedepan akan dilakukan pengaturan ritasi armada. Hal itu dilakukan, dikarenakan layanan pengangkutan di wilayah Kota Demak juga cukup padat.

“Mulai Senin besok (25/8), akan kita lakukan pergeseran personel agar pelayanan di Pucang Gading bisa lebih optimal,” imbuhnya.

Ditegaskan juga, pihak DLH Kabupaten Demak terus melakukan koordinasi dengan pengelola TPS dan masyarakat setempat, untuk memastikan sampah tidak menumpuk terlalu lama. Upaya itu diharapkan, bisa meminimalisir dampak lingkungan dan menjaga kenyamanan warga.

Hangat-hangat Kuku

Sementara salah satu tokoh masyarakat Pucang Gading Tius Agung menyatakan, bahwa kejadian seperti itu beberapa kali sering terulang, sebab lahan tersebut merupakan lahan yang memiliki potensi adanya banyak kepentingan, sehingga dimungkinkan akan sulit terurai permasalahannya.

Baca Juga:  Semarak HUT ke-80 RI, Kecamatan Candisari Gelar Bazar UMKM hingga Lomba Senam Kreasi

“Kejadian itu sudah terjadi berulang kali dan penanganannya hangat-hangat kuku. Kalau diberitakan itu nanti akan dibenahi, tapi itu juga tidak akan lama, nanti akan kembali seperti itu lagi dan itu akan terus terulang,” ungkap warga Pucang Anom itu.

Kenapa memiliki banyak kepentingan, lanjutnya, karena di perumahan Pucang Gading itu memiliki ribuan KK atau rumah, dengan 24 Rukun Warga (RW).

“Jadi di Pucang Gading itu ada 24 RW, misalkan diasumsikan satu RW itu ada 10 RT yang memiliki 30 KK, kalau setiap KK ditarik iuran sampah rata-rata sebesar Rp 30.000, itu Saya contohkan di tempat Saya, sudah berapa ratus juta perputarannya? Diperkirakan ada kurang lebih Rp 210 juta uang sampah yang berputar di lingkungan Pucang Gading,” paparnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!