Satpol PP Kota Semarang Bongkar Lapak PKL Penyebab Banjir Kaligawe

SEMARANG[Berlianmedia] – Banjir di kawasan Jalan Kaligawe Raya, Genuk beberapa waktu lalu kemudian ditelusuri penyebabnya oleh dinas-dinas terkait, termasuk Satpol PP Kota Semarang.

Kasatpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan telah melakukan pengecekan saluran air disepanjang Jalan Kaligawe pasca banjir melanda pada Kamis (16/11) malam.

Dari hasil pengecekan diketahui dugaan penyebab banjir adalah tersumbatnya saluran air akibatnya adanya lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri diatas saluran air. Alhasil, pihaknya bersama tim gabungan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan eksekusi pembongkaran lapak liar yang berdiri diatas saluran air.

“Ada 4 lapak yang kita robohkan disini. Ini melanggar aturan karena berdiri diatas saluran air dan ini jadi penyebab banjirnya Jalan Kaligawe,” ujar Fajar, Senin (20/11).

Baca Juga:  Pushidrosal Kembangkan Infrastruktur Kelautan di Jateng

Selain bangunan lapak liar, ternyata saluran air tersebut penuh dengan sampah yang mengakibatkan banjir saat hujan lebat tiba.

“Kemarin baru hujan sebentar udah banjir sampai depan bekas terminal. Lalu Bu Walikota Semarang memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk cek lokasi. DPU lalu ajak Satpol PP cek,” tuturnya.

Dengan adanya pembongkaran lapak tersebut diharapkan saluran air bisa lancar. Pasalnya, selama ini aliran air tersendat karena tertutup sampah rumput dan kayu.

“Otomatis air membludak. Dalam Peraturan Daerah jelas tidak boleh mendirikan bangunan di atas saluran air,” ujarnya.

Sebelum pembongakaran, lanjutnya, lurah setempat telah memberitahu kepada para pedagang terkait pembongkaran. Dengan pembongkaran ini pula ia tak ingin nantinya Kota Semarang terjadi banjir besar saat musim hujan ekstrim.

Baca Juga:  Kota Magelang Luncurkan Layanan Nomor Panggilan Darurat 112

“Kami tidak ingin kecolongan. Kita robohkan sekarang agar nanti musim hujan endak banjir parah,” tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!