Puluhan Warga Jomblang Semarang Keracunan Masuk Rumah Sakit

SEMARANG [Berlianmedia]- Puluhan warga di Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang masuk rumah sakit gara-gara diduga mengalami keracunan makanan usai mengikuti arisan PKK.

Arisan PKK yang biasa dijalankan oleh ibu-ibu warga setiap bulan itu, terjadi di Kampung Tandang RT 06 RW 10 Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Seperti biasa, makanan ringan untuk arisan PKK dipesankan ke salah satu catering di Jomblang juga, kebetulan saat itu dipesankan dadar gulung (darlung), pisang coklat (piscok) dan mie goreng.

Makanan yang diduga menyebabkan keracunan 20 warga itu, dibawa pulang sebagai buah tangan usai arisan PKK di rumah salah satu warga Tandang RT 06 RW 10 Kelurahan Jomblang, pada hari Minggu sore lalu (2/6).

Baca Juga:  Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Dorong HIPMI Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kapolsek Candisari Polrestabes Semarang IPTU Handri Kristanto mengaku, baru dapat informasi kejadian hari Jumat (7/6) dan langsung mendatangi lokasi menanyakan hal itu ke sejumlah warga.

“Kita baru tahu hari ini. Ternyata memang belum ada laporan ke kita. Sampai sekarang memang belum ada hasil (dari laboratorium). Itu mungkin jadi dasar warga belum bisa memastikan keracunan,” ungkap Handri.

“Informasi warga terindikasi banyak yang makan mie goreng. Walau di sana ada mie goreng, piscok, sama tahu bakso. Infonya warga banyak makan mie,”imbuhnya.

Bu RT 06 Ani Sulistyowati mengatakan, dirinya juga makan mie tersebut tidak ada yang aneh dengan rasa maupun baunya. Namun dirinya juga sempat mengalami demam hingga muntah-muntah dan sempat dirawat pula di rumah sakit.

Baca Juga:  Garuda Nusantara 08 Indonesia Emas Deklarasi 35 DPC Se-Jateng

“Ya rasanya biasa saja. Tapi besoknya (Senin), sekitar jam 11.00 siang merasa panas, pusing, mual, perut rasanya kruwes-kruwes. Saat mie dimakan, ya rasanya enak saja, ya nggak basi. Tapi nggak tahu kok jadinya seperti itu. Sebelumnya beberapa kali pesan di situ (catering), ya tidak apa-apa,” terangnya, Jum’at (7/6).

Setelah di rawat di rumahsakit, lanjutnya, ada perubahan lebih baik. Namun anak dan cucunya juga mengalami hal yang sama, yaitu muntah dan diare dan masih dirawat di rumah sakit.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!