“POLISI KARTUN”, Jadi Nama Galery Lukisan Anggota Polisi Ini
SALATIGA [Berlianmedia]- Sangat jarang terdengar di telinga kita, ada anggota Polri yang juga menekuni dunia gambar menggambar atau seni lukis dalam kehidupannya. Namun, anggota Polri satu ini tergolong unik, dialah Aiptu Nurcholis (56) yang sekarang berdinas di Polsek Tengaran Polres Semarang.
Dalam kesehariannya, diluar jam dinas selalu menyempatkan diri menggoreskan coretannya pada kertas maupun kanvas, yang telah disiapkannya. Baik goresan kartun maupun goresan realis dan abstrak di kanvas.
“Saya senang menggambar atau melukis itu sejak masih sekolah. Setelah masuk jadi polisi sempat berhenti beberapa saat. Mulai lagi menumpahkan gagasannya di kertas maupun di kanvas alias coret-coret kartun kurang lebih sejak 20-an tahun lalu. Saat usia saya sekitar 30 tahun, jadi kurang lebih sudah 20 tahun menggambar atau melukis lagi. Awal mukanya memang saya suka banget dengan gambar kartun, namun lama kelamaan mencoba menggambar di kain kanvas dan ternyata bisa,” kata Aiptu Nurcholis kepada awak media di Galery “Polisi Kartun” yang juga rumahnya di Perumahan Kecandran Indah RT 04 RW 01 Blok A.14, Kota Salatiga, Rabu (22/4).
Ditambahkan, awal muka menggambar kartun menggunakan nama identitas “Nur mBeling”. Gambar kartun hasil karyanya ini, banyak juga menghiasi media massa khususnya media cetak seperti koran dan majalah, di masa masih jaya. Gambar kartun yang dibuatnya itu lebih banyak bertemakan sosial, politik, sindiran, masalah masa kini dan nasehat-nasehat.
Diakuinya untuk menuangkan ide-idenya baik dalam gambar kartun maupun lukisan di kain kanvas itu, dirinya membutuhkan waktu khusus. Dan utamanya suasananya harus tenang.
“Saya tidak mengkhususkan waktu untuk menggambar atau melukis. Namun, lebih banyak saat saya libur atau lepas dinas dan tidak ada kegiatan lain. Dan, biasanya saya sering menggunakan waktu malam hari untuk menggambar kartun ataupun melukis,” terangnya.
Bapak seorang anak ini juga mengaku, jika lukisan hasil karyanya itu lebih mendekati aliran realis dan abstrak. Untuk koleksi gambar kartun maupun lukisannya, yang tersimpan di galerynya mencapai ratusan. Baik yang masih polos belum di pigura maupun yang sudah di pigura.
Ditanyakan terkait harga gambar katun, hasil karyanya maupun aneka lukisannya itu, Aiptu Nurcholis enggan menyebutkannya angkanya. Namun, jika memang tamu yang datang ke galerynya itu berminat akan gambar kartun dan lukisannya, maka disitulah akan disebutkan harganya. Yang jelas, dalam menentukan harga tidak asal-asalan.
“Untuk harga lukisan saya dan gambar kartun ini, saya tidak menawarkannya dengan harga tinggi. Namun, biasanya pecinta gambar kartun ataupun pecinta lukisan yang ingin membelinya, sudah tahu kisaran harganya. Bahkan, karena cintanya dengan gambar kartun, ada yang saya berikan dengan cuma-cuma alias gratis asalkan dijadikan hiasan di rumah yang berminat itu,” tandas anggota Polri yang juga gemar menyanyi ini.
Selain itu, jika konsumen ataupun tamu yang berminat akan gambar kartun ataupun lukisannya ingin dibuatkan pigura khusus, dirinya juga dengan senang hati membuatkannya. Berkunjung ke rumahnya yang sekaligus menjadi galerynya, pada dinding ruangan di rumahnya dipenuhi aneka gambar kartun maupun lukisan hasil karyanya.
“Kalau saya ditanya, sampai kapan akan berhenti menggambar kartun maupun melukis, selalu saya jawab sampai tua nanti. Selama masih sehat dan mampu, disitulah saya akan menuangkan ide yang saya dapatkan. Ide atau gagasan menggambar kartun biasanya lebih banyak didapatkan saat saya nongkrong bareng tetangga, teman, ataupun saat dinas. Setelah mendapatkan ide atau gagasan, saya tidak terlalu lama langsung menggoreskanya dalam bentuk gambar kartun,” pungkas Aiptu Nurkholis mengakhiri perbincangannya dengan awak media.
Catatan HerSant


