Pengamanan Arus Mudik, Pemkot Salatiga Siapkan Ratusan Personel Gabungan
SALATIGA[Berlianmedia] – Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi mendorong kesiapan semua pihak dalam menghadapi arus mudik maupun balik Lebaran yang datang ke Kota Salatiga.
Hal ini, tutur Sinonesng, penting untuk mengantisipasi kerawanan, dan ketidaknyamanan pemudik saat berada di Salatiga
“Sudah ada sekitar 295 personel yang disiapkan bersama TNI/Polri. Kita juga akan tambah personel dari Satpol PP, Dishub, Dinkes juga akan kita dorong. Selain itu, Pramuka dan Ormas juga menjadi mitra stategis Lamtibmas seperti Banser,” ujar Sinoeng saat menjadi Irup Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2023 di Halaman Polres Salatiga, Senin (17/4).
Apel tersebut ditandai dengan pengecekan pasukan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
Sinoeng mengatakan personel dari lintas sektor akan dikerahkan pada empat titik pos pelayanan teknis di pintu masuk, pintu keluar dan pintu tengah akses masuk Kota Salatiga, termasuk kesiapan di rest area pada jalan tol yang masuk dalam wilayah Salatiga.
“Hal ini penting dan harus kita koordinasikan terus. Selain itu, soal pengamanan mobil parkir juga dilakukan. Karena mungkin pemiliknya lelah, mau berbuka puasa, salat, makan. Saya harap ada petugas tiket di rest area yang berkeliling di tempat parkir untuk mengecek secara berkala, dan pastikan CCTV terpasang di area parkir tersebut, “ tuturnya.
Sinoeng menghimbau agar petugas parkir juga membatasi lama parkir bagi kendaraan yang datang.
“Membatasi parkir pemudik untuk istirahat hanya selama 1-1,5 jam saja, sehingga memberikan kesempatan kepada mobil lain yang datang dan tidak berjubel. Himbauan ini juga harus disampaikan kepada pemilik warung makan dan pengelola rest area agar meminimalisasi kepadatan pada rest area tersebut,” ujar Sinoeng.
Sinoeng jmenambahkan, Pemkot Salatiga akan menyiapkan pos layanan kesehatan bagi pemudik yang datang ke pos terpadu.
“Tentu kita akan siapkan mobil ambulan dengan rujukan rumah sakit terdekat bersama tim paramedisnya dari kesehatan dan tim dari jalan tol. Untuk tempat/fasilitas pijat, refleksi juga dipersiapkan. Logistik untuk para petugas juga harus diperhatikan betul,” tuturnya.
Untuk tempat wisata, Sinoeng juga akan melakukan audit atau simulasi wahana wisata dan tempat parkir, terutama yang ada di wilayah perkampungan atau desa.
“Sektor wisata juga menjadi perhatian bersama, sektor kuliner juga demikian terkait soal parkir dan petugas parkirnya saya mohon untuk selalu ramah kepada pemudik, gunakan karcis resmi,” ujar Sinoeng.
Pemkot Salatiga juga akan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi termasuk sosial media, dan koordinasi dengan pers agar bergerak cepat dalam menangani masalah darurat di lapangan.


