Pemprov Jateng, Baznas dan PT Astra International Sepakat Tangani Kemiskinan Ekstrem
SEMARANG[Berlianmedia]Ā ā Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah dan PT Astra InternationalTbk, sepakat menangani kemiskinan ekstrem di provinsi ini.
Hal itu ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Kesepakatan Bersama dilakukan antara Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dengan Baznas Jateng dan PT Astra International,Tbk, di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (19/10).
āNota Kesepakatan Bersama Pemprov Jateng itu dalam menanggulangi kemiskinan yang ada di Jateng,ā ujar Pj Gubernur Nana Sudjana, seusai acara di lokasi kegiatan.
Menurutnya, penanggulangan kemiskinan menjadi satu atensi pemprov setelah mendapat bantuan dari Baznas dan PT Astra International Tbk. Penandatanganan itu menandai perpanjangan kegiatan yang telah mereka lakukan, lantaran setiap tahun sinergitas telah terjalin.
Dalam waktu dekat, pihaknya segera melakukan penanganan kemiskinan. Tercatat berdasarkan datanya, dari 37,9 juta penduduk Jateng itu 10,77% berada di bawah garis kemiskinan, dan 1,97% merupakan kemiskinan ekstrem.
Dia menambahkan, penanganan kemiskinan ekstrem akan lebih difokuskan pada 17 kabupaten di Jateng, yang rata-rata kondisi kemiskinannya masih berada di atas nasional dan provinsi. Langkah penanganan kemiskinan pun terus dilakukan.
āAlhamdulillah, sebelumnya 14 persen sekarang 10 persen. Memang secara target nasional pada 2024 nanti kita memaksimalkan untuk mencapai nol persen kemiskinan ekstrem,ā tutur Nana.
Pihaknya bersama Baznas dan PT Astra International Tbk terus melakukan langkah penanganan kemiskinan, di antaranya melakukan penanganan terhadap rumah tidak layak huni (RTLH), seperti rumah masih beralas tanah, dinding papanĀ gedhek, atap masih bocor, dan lainnya.
Selain juga, lanjutnya, penanganan sasaran kemiskinan juga diarahkan kepada mereka yang tidak memiliki jamban sehat, belum punya air bersih, beasiswa bagi anak miskin, dan pemberian modal kerja. Pihaknya berharap, ada perusahaan yang ikut serta dalam penanangan kemiskinan.
Ketua Baznas Jateng KH Ahmad Darodji menuturkan, pihaknya bersama Pemprov Jateng dan PT Astra International Tbk berkomitmen melakukan penuntasan kemiskinan, dengan dana yang diperuntukkan zakat konsumtif maupun produktif.
āKita berdayakan mereka, sehingga merekaĀ mentasĀ dari kemiskinannya itu dengan pelatihan kerja,ā ujar Darodji.
Dia menambahkan, sampai saat ini, Baznas Jateng telah memberikan bantuan pelatihan kerja kepada 11.007 orang, dan bantuan modal kerja untuk 10.000 orang, bantuan untuk peningkatan RTLH dari 2023-2024 ada 1.000 unit RTLH, pembuatan jamban sehat sebanyak 500 unit dan air bersih. Untuk rehab RTLH dan jambanisasi harus ada verifikasi dari Disperakim Jateng.
āMereka punya dataĀ by name by adress. Jadi dana kitaĀ InsyaallahĀ aman, karena ditangani profesional,ā tutur Darodji.
Tahun ini, lanjutnya, Baznas Jateng memiliki dana zakat sekitar Rp90 miliar. Dari jumlah itu, sekitar Rp45 miliar untuk pengentasan kemiskinan. Sisanya untuk penanganan lainnya, seperti bantuan bencana dan lainnya.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Endi Faiz Effendi mengatakan pihaknya siap melanjutkan delapan intervensi dalam penuntasan kemiskinan di Jawa Tengah. Yakni peningkatan kualitas RTLH, bantuan jamban sehat, pemenuhan air bersih, listrik murah, stunting, disabilitas, penanganan anak tidak sekolah, dan pengentasan orang tidak bekerja.
āAlhamdulillahĀ tadi sudah dilaksanakan penandatanganan secara seremonial nota kesepakatan dan kesepakatan bersama,Ā antara Baznas, PT Astra International Tbk dengan kita, yang merupakan salah satu implementasi proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan ke XXIV, yang sedang saya ikuti tahun ini ,ā ujarnya.
Dari catatannya, PT Astra International Tbk pada 2023 akan membantu peningkatan kualitas RTLH 100 unit, jamban komunal 32 unit, dan titik sumber bersih 32 unit. Sedangkan Baznas Jateng berkomitmen akan membantu peningkatan kualitas RTLH 255 unit, jamban 500 unit, modal usaha ke 1.664 BNBA. Pada 2024 dan 2025, Baznas berkomitmen membantu setiap tahun berupa peningkatan kualitas RTLH 750 unit, jamban 750 unit, dan air bersih 1.700 unit.


