Pemkot Semarang Berupaya Angkat Potensi dan Lindungi Petani Durian

SEMARANG[Berlianmedia] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berupaya mengangkat potensi durian lokal Semarang dengan melakukan pensertifikatan, membantu pengurusan izin edar, hingga pemasaran.

Hal ini sebagai upaya melindungi hak dan kepemilikan brand bagi petani durian di Kota Semarang, yang memiliki hasil budi daya produk unggulan yang tidak dimiliki daerah lain.

Salah satunya yakni durian Malika. Durian yang berasal dari Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang ini sekarang sudah menjadi durian unggul nasional.

Harganya pun tak murah, mulai dari Rp100.000 hingga Rp300.000 tergantung besar kecilnya buah. Sedangkan bibitnya mencapai harga Rp200.000 untuk ketinggian sekitar 10 cm. Bahkan pohon induknya, konon hanya ada satu di dunia yaitu di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan durian Malika ini merupakan salah satu durian unggul Kota Semarang yang sudah dilakukan sertifikasi.

Durian Malika, lanjutnya, memiliki tekstur buah yang kesat, manis dan daging berwarna kuning. Daging buahnya tebal, bertekstur lembut dan creamy.

Baca Juga:  Sido Muncul Gandeng RS Patiwiloso Semarang Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Jenis durian lokal khas Gunungpati tersebut juga terkenal dengan citarasanya yang istimewa, manisnya pas, dengan sedikit rasa pahit.

Keunggulan lainnya adalah buah durian Malika mempunyai aroma khas yang semerbak saat dibuka.

ā€œDurian Malika ini sudah disertifikat oleh Pemerintah Kota Semarang, artinya ini sudah menjadi aset milik Pemkot. Tentunya kita harus memberikan support dan mengembangkan,ā€ ujar Ita, panggilan akrab wali kota, Senin (30/10).

Menurut Ita, durian Malika telah dikembangkan dan diduplikasi sebanyak 22 buah.

ā€œIndukan pohon durian Malika ini berusia ratusan tahun dan tinggal satu. Namun Pemkot Semarang berupaya mengembangkan duplikatnya hingga sekarang ada 22 pohon,ā€ tuturnya.

Selain membantu dalam mengurus sertifikat, dan izin edar, Pemkot Semarang juga berupaya membantu memperbaiki akses jalan dan pavingisasi menuju kebun durian tersebut.

ā€œKita juga akan support terkait sumber air. Kita buatkan sumur artetis untuk membantu pengairan. Kemudian juga penangkal petir, dua hal ini cukup penting, sehingga akan segera kami bantu,ā€ ujarnya.

Baca Juga:  Resmikan IBS, Bupati Hartopo Dorong Reformasi Pelayanan Kesehatan

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur menuturkan, dahulu Kota Semarang mempunyai durian unggulan Nasional yakni Durian Kholil.

Namun, karena kelengahan pimpinan terdahulu, durian Kholil tidak mendapat pengembangan untuk pensertifikatan bahkan pengurusan izin edar.

ā€œItu salah satu kelengahan. Durian Kholil itu 17 tahun lalu sudah menjadi durian unggul nasional juga. Hanya saja proses berikutnya tidak disertai upaya-upaya untuk segera dilakukan pensertifikatan sampai ke izin pengedarannya,ā€ tutur Hernowo.

Meski demikian, upaya lain yang dilakukan Pemkot Semarang melalui Dinas Pertanian yakni dengan terus membudi dayakan pohon durian Kholil di sekitar Mijen, Kota Semarang.

ā€œIndukan pohon durian Kholil diperkirakan usianya mencapai lebih dari 100 tahun. Dalam sekali panen, satu pohon indukan menghasilkan 300 buah durian. Akan tetapi, separo pohon ini sempat terbakar setelah tersambar petir. Sehingga perlu penangkal petir,ā€ ujarnya.

Baca Juga:  Jateng Siap Panen 1.000 Ton Sorgum Akhir Tahun

Berkaca dari hal tersebut, Pemkot Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu berinisiatif melakukan sertifikasi dan membantu pengurusan izin edar dan pemasaran durian unggulan lokal Kota Semarang lainnya.

ā€œDurian Malika ini contohnya. Alhamdulillah sejak 2019 sudah dilakukan pengurusan sertifikat dan terdaftar di Kementerian Pertanian. Bahkan bulan Agustus kemarin izin edarnya sudah keluar. Sehingga kita sudah bisa memproduksi durian Malika untuk dipasarkan. Ini yang patut disyukuri karena dari kota Semarang kita punya durian unggul yang tidak kalah dari durian daerah lainnya,ā€ tutur Hernowo.

Hernowo menambahkan, jika dalam satu pohon durian Malika ini bisa berbuah hingga 600-700 buah untuk induknya.

ā€œPohon indukan durian Malika ini sudah hidup ratusan tahun, dan Bu Wali Kota (Hevearita Gunaryanti Rahayu-red) sudah menyampaikan agar diupayakan pelestariannya dengan menambah sumur dan sumber air serta membantu mekanisme pemasarannya,ā€ ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!