Nekat Terjang Luapan Sungai di Karangmalang, Dua Remaja Terseret Arus, Satu Masih Hilang

SEMARANG[Berlianmedia] – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Mijen, Selasa (10/2) sore, menyebabkan Sungai Desa Krajan, Kelurahan Karangmalang, meluap dan menutup akses jalan di sekitar jembatan penghubung menuju Desa Gerung, Gedungan, dan Gares.

Dua pengendara sepeda motor yang nekat melintas terseret arus, satu di antaranya hingga kini masih dalam pencarian.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Jembatan Desa Krajan RT 02 RW 02. Luapan air diperparah oleh pohon tumbang dan tumpukan sampah yang menyumbat badan jembatan, sehingga arus sungai meluber ke jalan dengan debit cukup deras.

Dua remaja yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy tahun 2025 diduga tetap melintas meski kondisi arus berbahaya. Akibatnya, keduanya terseret arus sungai.
Satu korban, Alfa Ayuda Inara (14), warga Mlaten, Pagerwojo, Limbangan, Kabupaten Kendal, berhasil menyelamatkan diri.

Baca Juga:  Sopir Truk Tertabrak Kereta Mengaku Trauma dan Tidak Kabur

Dalam kondisi lemas, ia meminta pertolongan di Masjid Pondok Pesantren Raudlatul Syifa, Karangmalang. Kepada warga, ia melaporkan bahwa rekannya, Nadia Eka Kurniawati, warga Cangkiran, Kota Semarang, hanyut terbawa arus bersama sepeda motor yang dikendarai.

Korban selamat sempat pingsan dan kemudian dibawa warga ke Puskesmas Karangmalang untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Nadia Eka Kurniawati masih belum ditemukan.
Laporan kejadian diterima SPKT Polsek Mijen. Sekitar pukul 19.00 WIB, personel piket fungsi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian awal. Pada pukul 20.30 WIB, tim Basarnas dan BPBD Kota Semarang tiba di lokasi dan bergabung bersama Polsek Mijen, Koramil, relawan, serta warga setempat untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga:  Ka. Kwarran Gelar Pelantikan Dewan Kerja Ranting (DKR) di Wisata Pantai Layur.

Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, termasuk sekitar Jembatan Polaman dan Jembatan Cempoko. Namun, karena kondisi gelap dan arus yang masih deras, pencarian sementara dihentikan pada pukul 21.40 WIB dan dilanjutkan keesokan harinya, Rabu (11/2/2026) pukul 06.30 WIB, dengan posko pencarian di Masjid Ponpes Raudlatul Syifa.

Kapolsek Mijen Kompol Sutowo, S.H., menegaskan pihaknya bersama unsur terkait terus berupaya maksimal dalam proses pencarian korban.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas di jalan atau jembatan yang tergenang air maupun saat arus sungai meluap. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Apabila terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai karena dapat menyebabkan penyumbatan aliran air dan memperparah banjir. Partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kejadian serupa.

Baca Juga:  Masuk Tahun Politik, Tokoh Agama Diminta Menjadi Teladan Dalam Bertoleransi

Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas, BPBD, PMI, relawan, dan masyarakat masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hanyut.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!