Kemeriahan Karnaval Dugderan yang diikuti Siswa Sekolah Dikota Semarang
SEMARANG[Berlianmedia] – Ribuan siswa di Kota Semarang mengikuti kirab budaya karnaval dugderan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, dimulai Senin hingga Selasa (20-21/3) sore di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang.
Kirab dipimpin langsung oleh Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin. Setidaknya lebih dari 6.400 siswa SD perwakilan dari masing-masing kecamatan di Kota Semarang yang mengikuti pawai budaya karnaval dugderan.
Kirab yang dimulai dari lapangan Pancasila Simpang Lima menyuguhkan aneka ragam kesenian di Kota Semarang dan juga semangat Patriotisme para siswa.
Dengan membawa spanduk selamat datang Ramadhan, para siswa pun tampak bersemangat mengikuti jalannya kirab budaya dugderan.
Mereka mengusung pernak-pernik khas Semarangan dan membawa simbul warak sebagai ikon akulturasi kebudayaan yang ada di Kota Semarang, yakni Jawa, Arab dan Tionghoa.
Ada yang menampilkan kembang manggar, drum band, aneka costum wayang, termasuk pakaian khas Semarangan. Mereka menyusuri rute mulai dari Lapangan Pancasila Simpanglima, Jalan Pahlawan, hingga Taman Indonesia Kaya.
Upacara pelepasan peserta Karnaval Dugderan oleh Sekda Kota Semarang, mewakili Wali Kota, ditandai dengan suara sirine dan pelepasan 23 ekor burung merpati pukul 16.15. Itu sebagai simbol tahun 2023
Sekda menjelaskan, event kirab budaya dugderan dalam rangka menyambut ramadhan tersebut adalah event rutin setiap tahunnya.
“Setelah 2 tahun terhenti baru di tahun 2023 ini diadakan kembali dengan harapan dapat membangkitkan pariwisata di Kota Semarang dan menjadi daya ungkit perekonomian kota semarang” jelas Iswar Aminudin saat memberi sambutan
Kemeriahan ini, lanjut Sekda, masih akan berlanjut hari selasa (21/3), Kirab Dugderan digelar dengan rute mulai dari Balai Kota ke Masjid Agung Semarang (MAS), dengan melibatkan berbagai umur, mulai anak-anak sekolah di Kota Semarang dan kalangan dewasa.
Untuk tahun ini acara dugderan digelar lebih meriah dan berbeda dari tahun sebelumnya. Terdapat beberapa pasukan bergada (kelompok atau grup prajurit), dipusatkan di Alun-alun Masjid Agung Semarang (MAS). Diawali di halaman Balaikota Semarang oleh Wali Kota Semarang yang berperan sebagai Kanjeng Raden Mas Arya Adipati Purbaningrat.
Pada kegiatan dugderan di kota semarang, dilakukan penutupan beberapa ruas jalan dan rekayasa lalu lintas selama prosesi Dugderan. Penutupan Jalan Pemuda sampai Masjid Kauman mulai pukul 13.00 hingga selesainya Dugderan.
Untuk Jalan Indraprasta dibuat menjadi dua arah. Kemudian arus lalu lintas dari Jalan Gajah Mada akan dialihkan ke kiri ke Jalan Depok atau ke Jalan Pemuda dan masuk ke Jalan MH Thamrin.
Selanjutnya arus lalu lintas dari Jalan Imam Bonjol (Stasiun Poncol) tidak masuk ke Jalan Pemuda dan dialihkan ke Jalan Indraprasta (2 arah). Sedangkan arus dari Jalan Indraprasta dialihkan menuju Jalan Imam Bonjol dan arus dari Tugu Muda menuju Jalan Imam Bonjol dialihkan ke Jalan Indraprasta atau lurus ke Jalan Imam Bonjol (Stasiun Poncol). (sap)


