Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, Banjarnegara Siap Bertransformasi Jadi Kota Cerdas

BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara siap bertransformasi menjadi Kota Cerdas (Smart City). Langkah awalnya dengan penyusunan dokumen rencana induk (masterplan) Kota Cerdas Kabupaten Banjarnegara, sebagai pedoman pengembangan kota cerdas dalam jangka waktu 10 tahun.

Penjabat (Pj) Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto mengatakan program Kota Cerdas ini dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang ada di kabupaten Banjarnegara, guna mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan kualitas hidup masyarakat. Syaratnya, seluruh pemangku kepentingan terlibat dalam setiap tahapan program dengan memanfaatkan teknologi dan potensi daerah.

“Kami menghimbau kepada seluruh OPD, akademisi, dan dunia usaha, untuk bersungguh-sungguh saling bersinergi mewujudkan progam yang telah disusun, sehingga dapat memberikan layanan yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Tri Harso, pada acara Penandatanganan Komitmen bersama Implementasi Smart City di aula Sasana Bhakti Praja, Banjarnegara.

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Banjarnegara, Setya Adi Prabayuwana menuturkan, penyusunan dokumen Masterplan Smart City telah dilaksanakan dalam 4 tahapan, sejak awal Juli 2023. Dalam penyusunan dokumen rencana induk tersebut, pihaknya didampingi oleh tim ahli yang telah ditunjuk oleh Kementerian Kominfo RI.

Baca Juga:  Argentina Untuk Messi, Perancis Mampukah Ikuti Jejak Italia dan Brasil

Sementara itu, Kepala Baperlitbang selaku Ketua Tim Pelaksana Smart City Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo memaparkan, dokumen Masterplan Smart City merupakan dokumen perencanaan pembangunan dan pengembangan kota cerdas yang dituangkan dalam bentuk inisiatif-inisiatif program, beserta peta jalannya (road map), yang meliputi enam dimensi, yakni smart governance, smart economy, smart living, smart environment, smart society, dan smart branding.

Menurutnya,, setiap dimensi memiliki satu program unggulan (quick win) sebagai langkah inisiatif yang akan dilakukan dalam waktu satu tahun.

“(Quick win) meliputi smart governance melalui Banter (alias) Banjarnegara Pelayanan Terpadu dengan Mal Pelayanan Publik Digital, smart branding ada Tikete Nyong (yakni) aplikasi e-ticketing pariwisata,” tutur Yusuf.

Dia menambahkan, adapun dalam dimensi smart economy muncul inovasi Melati Harum Buat Gizka dan Rangga (Pemanfaatan Lahan Tidur dan Halaman Rumah buat Gizi Keluarga dan Peningkatan Pendapatan Keluarga) serta Integrated Farming, yakni sistem pertanian yang mengintegrasikan kegiatan sub sektor pertanian, tanaman, ternak, ikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Baca Juga:  TMMD Reguler Kodim Pekalongan Hadirkan Infrastruktur dan Harapan di Windurojo

Dimensi selanjutnya, tutur Yusuf, adalah smart living dengan program Liontin Milan, yaitu Pelayanan Kesehatan bagi Calon Pengantin, Ibu Hamil, Ibu Bersalin, Bayi dan Balita Bebas Stunting Berbasis Kewilayahan. Kemudian, smart society melalui Paud Holistic Integrated (Paud-HI), yakni pola pendidikan anak usia dini yang menyeluruh dan melibatkan semua unsur. Terakhir, smart environment melalui pengolahan bahan bakar sampah plastik menjadi bahan bahan sejenis solar untuk kendaraan dan alat pertanian.

Terpisah, Kepala Bidang e-Government Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Iswahyudi menyebut sejak 2017 sampai 2023, hampir seluruh kabupatan dan kota di Jawa Tengah telah menyusun rencana induk kota cerdas. Hal itu menunjukkan adanya semangat luar biasa dan komitmen kepala daerah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya, melalui peningkatan kualitas layanan publik.

Baca Juga:  Pelayanan Pemeriksaan Gratis di Jawa Tengah Hanya 30 orang Per Hari

Dia mengatakan, Pemprov Jateng, melalui Dinas Kominfo pun telah memiliki regulasi smart province, yakni Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Provinsi Jawa Tengah Cerdas, serta Peraturan Gubernur Nomor 39 tahun 2022 tentang Rencana Induk Provinsi Jawa Tengah Cerdas 2020-2024.

Melalui program smart province, tutur Iswahyudi, Pemprov Jateng akan mengintegrasikan seluruh program smart city di Jawa Tengah agar dapat bersinergi dan berjalan beriringan.

“Ke depan, Diskominfo akan menyinkronkan program smartcity di Jawa Tengah, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan publik meskipun berada di wilayah yang berbeda,” ujarnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Kementerian Kominfo RI, sebanyak 32 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah menyusun rencana induk (masterplan) Kota Cerdas, dengan bimbingan dari Tim Ahli Kementerian Kominfo RI. Sisanya yang belum meliputi Kabupaten Pemalang, Purbalingga, dan Kota Salatiga.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!