Henggar Dorong Kades Wujudkan Desa Antikorupsi
PATI[Berlianmedia] – Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro meminta Kepala Desa dan jajarannya, terus melakukan yang terbaik, untuk mewujudkan Desa Antikorupsi di seluruh wilayah.
Hal itu ditekankan Henggar, saat Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Desa Antikorupsi, di Balai Desa Kutoharjo, Pati, Rabu (24/5). Desa Kutoharjo dipilih sebagai lokasi Bimtek, karena telah terpilih sebagai Desa Antikorupsi di Jawa Tengah.
Dia mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Pati telah menunjuk 20 desa sebagai perluasan Desa Antikorupsi, meliputi Desa Baleadi (Kecamatan Sukolilo), Desa Sumberan (Jaken), Desa Regaloh (Tlogowungu), Desa Gulangpongge (Gunungwungkal), Desa Kepoh (Wedarijaksa), Desa Kalikalong (Tayu), Desa Plumbungan (Gabus), Desa Grogolsari (Pucakwangi), Desa Kayen (Kayen), Desa Sekarjalak (Margoyoso), Desa Tambahmulyo (Jakenan), Desa Ketanen (Trangkil) dan Desa Tawangrejo (Winong).
Selain itu, Desa Ngagel (Dukuhseti), Desa Bajomulyo (Juwana), Desa Sinomwidodo (Tambakromo), Desa Langenharjo (Margorejo), Desa Wonosekar (Gembong), Desa Sentul (Cluwak), juga Desa Klayusiwalan (Batangan).
“Saya yakin para Kades di sini sudah baik. Namun program ini bisa membuat kita lebih baik lagi, melalui pencerahan dari KPK RI tentang bagaimana kita harus bertindak dan bersikap, untuk mewujudkan antikorupsi di seluruh desa,” ujar Henggar.
Terkait Desa AntiKorupsi, Sekretaris Inspektorat Provinsi Jawa Tengah Nur Rochmat, menuturkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap semua desa di Jawa Tengah menjadi antikorupsi. Untuk itu, pendampingan terus dilakukan, dalam upaya perluasan Desa Antikorupsi.
Nur Rochmat meminta Inspektorat Kabupaten ikut mengawal pembentukan desa antikorupsi di Pati, selain Desa Kutoharjo.


