Genjot Penerimaan PAD, Bapenda Kota Semarang Berikan Kemudahan

SEMARANG[Berlianmedia] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan capaian pendapatan asli daerah (PAD) akan terus digenjot hingga akhir tahun ini. Upaya yang dilakukan melalui kemudahan pembayaran digital, pembebasan denda, hingga pengundian doorprize.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan komponen PAD terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah.

Retribusi daerah akan menjadi komponen perhatian untuk meningkatkan PAD Kota Semarang. Pasalnya, hingga kini capaian retribusi daerah baru menyentuh angka 60 persen dari target Rp 140 miliar.

“Retribusi yang perlu kami optimalkan lagi karena realisasinya masih cukup rendah, di kisaran 60%,” ujar Iin panggilan akrab Indriyasari, Senin (16/10).

Iin menambahkan, langkah untuk memacu kenaikan dari sektor restribusi yaitu melakukan digitalisasi melalui sistem e-Retribusi di pasar-pasar tradisional.

Baca Juga:  Jawa Tengah dan Uzbekistan akan Sinergi Garap Potensi Wisata Religi

“Perlu kami pacu lagi karena sudah Oktober, tentunya penggunaan digital ini, salah satu strategi untuk meningkatkan PAD khususnya dari sektor restribusi yang masih rendah,” tuturnya, seraya mengajak masyarakat dapat melakukan pembayaran digital atau menggunakan QRIS saat bertransaksi di pasar tradisional.

Iin menuturkan, komponen yang paling besar realisasinya yaitu pajak daerah, khususnya pajak bumi dan bangunan (PBB). Dia menyebut, kepatuhan masyarakat di sektor ini cukup tinggi.

“PBB targetnya setiap tahun cukup besar, Rp 600 miliar lebih, sampai saat ini realisasinya sudah 90% lebih, artinya masyarakat sudah mulai sadar meskipun belum 100% . Tingkat kepatuhan masyarakat membayar PBB masih di angka 70%,” ujarnya.

Iin menambahkan, target pajak daerah yang telah ditentukan sebesar Rp1,9 triliun. Pihaknya optimistis mencapai target tersebut karena kini telah terealisasi sebesar Rp1,6 triliun.

Baca Juga:  Polda Jateng Kembangkan Kasus Tewasnya Bos Rental di Pati 10 Orang Diamankan

“Ini coba kami pacu terus karena nanti sebentar lagi perubahan anggaran targetnya juga kami naikkan sehingga harapannya di bulan ini kami bisa menyentuh 80 persen,” tuturnya.

Puhaknya akan menaikkan target sebesar Rp2,2 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2023.

Upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut, pihaknya memberikan kemudahan lewat pembebasan denda bayar PBB. Batas akhir pembayaran PBB sedianya telah ditutup September, kemarin.

Namun, di bulan ini, Bapenda Kota Semarang tetap memberikan kemudahan bebas denda dengan syarat melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Termasuk keringanan denda pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan diskon 10%.

“Ini untuk mengoptimalkan penggunaan digitalisasi, kalau bayar manual tetap dikenakan denda. Selain bebas denda, nanti juga akan ada pengundian PBB yang doorprizenya cukup menarik, ada rumah, mobil, sepeda motor yang akan diundi awal November,” ujar Iin.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!