DPRD Kota Semarang Siap Gelontorkan Anggaran Penopang Program Prioritas Pemkot
SEMARANG [Berlianmedia] – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang siap menyetujui dan menggelontorkan anggaran, sebagai penopang program-program prioritas yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, usai Dialog Prime Topic bersama DPRD Kota Semarang, dengan tema “Menyelaraskan Program Prioritas Kota Semarang Tahun 2024”, di Quest Hotels Jalan Plampitan 37-39 Kota Semarang, Senin (15/7).
“Kalau Saya dari ini kan sisi anggaran, selalu setuju untuk kegiatan-kegiatan (program) yang memang itu prioritas, kami selalu dukung. Kami punya tanggung jawab untuk mendorong dan upaya untuk mengawal, supaya program-program strategis dan prioritas harus terlaksana,” terang Pilus, sapaan akrabnya.
Sebagai catatan, program prioritas nasional yang dijalankan Pemkot Semarang yaitu, pengendalian inflasi, ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan dan target zero stunting.
Selain menjalankan program prioritas nasional tersebut, pada tahun 2024 ini Pemkot Semarang tentunya juga menyusun dan melaksanakan berbagai program prioritas lainnya.
Penghargaan yang diperoleh dari PBB, untuk program penanganan stunting Pemkot Semarang beberapa waktu yang lalu, tentunya menjadi penyemangat untuk mencapai program prioritas nasional lainnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, Budi Prakosa menyebut, di tahun 2024 ini Pemkot Semarang akan menuntaskan beberapa program kerja yang selama ini belum tuntas untuk segera dituntaskan, terutama dalam menangani permasalahan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Di tahun 2024 ini, kita mencoba menuntaskan pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas. Seperti pembangunan rumah sakit, pembangunan sekolahan dan lainnya. Kami bersama Pak Ketua DPRD, Mas Pilus ini membahas anggaran untuk RKPD perubahan anggaran,” ungkapnya.
Program prioritas yang akan kita selesaikan, lanjut Budi, adalah program untuk mengatasi banjir, yang merupakan problem klasik yang menjadi problem warisan. Begitu pula dengan penuntasan masalah problem-problem sosial penuntasan kemiskinan dan masalah ketahanan pangan.
“Masalah ketahanan pangan yang terkait inflasi, itu yang coba kita tuntaskan. Begitu pula terkait sarpras (sarana prasarana), jadi itu beberapa prioritas di tahun 2024 ini,” paparnya.
Dari Akademisi, Nur Hidayat Sardini, Desen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Undip Semarang berharap, terkait penyusuan anggaran untuk menjalan program, lebih ditekankan pola efektif dan efisien.
“Yang dimaksud efektif, agar bisa memutuskan dengan cepat tidak bertele-tele, lalu efisien itu anggarannya kecil tapi memberi dampak yang luas, kira-kira seperti itu,” paparnya.
“Makanya memang harus diidentifikasi terlebih dahulu. Saya kira pembahasan-pembahasan masalah anggaran, ya eksekutif bersama-sama dengan legislative menyusun programnya. Jadi kebutuhan dulu, lalu skema apa yang diterapkan,” ujarnya.


