Dinamika Warga Karimunjawa Kian Gayeng Listrik Terang Benderang
JEPARA[Berlianmedia] – Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara belakangan ini menjadi gebyar terang benderang, sejak dioperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 2×2 Megawatt.
Dinamika kehidupan masyarakat yang tinggal di Karimunjawa beberapa tahun terakhir juga menjadi lebih menggeliat dan bangkit setelah aliran listrik di pulau itu bisa menyala non stop 24 jam.
Meski wilayah Karimunjawa dan pulau-pulau di sekitarnya dari dulu kondang sebagai lokasi wisata favorit, namun publik tak banyak tahu, jika wilayah itu ternyata bertahun-tahun, belum ada aliran listrik.
Bagi wisatawan yang pernah berwisata ke Karimunjawa sebelum 2016, mungkin pernah merasakan gelap gulita saat malam datang. Hanya mendapat penerangan dari lampu petromak atau lilin.
Bisa jadi juga pernah merasakan kalang-kabut karena ponsel kehabisan baterai atau kepanasan saat berada di penginapan karena pendingin ruangan/kipas angin mati akibat listrik belum waktunya menyala.
Listrik baru benar-benar menyala di Karimunjawa enam tahun terakhir ini, setelah kondisi ketiadaan akses listrik yang didambakan warga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Warga mencatat percepatan Karimunjawa bisa mendapatkan listrik, salah satunya berkat campur tangan dan peran langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sejak 2016 lalu.
Ganjar saat mengunjungi pulau Parang Karimunjawa, memperoleh masukan warga terkait sumber energi listrik. Energi listrik yang mereka dapat dari sollar cell rusak, sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Masyarakat berharap PLN yang mengambil alih pemenuhan listrik di pulau itu
Ganjar pun tak henti-hentinya terus melobi PLN agar bisa membantu pemenuhan listrik di kepulauan itu.
“Alhamdulillah ada info menarik. Listrik di Karimunjawa khususnya di pulau-pulau kecil seperti Parang, Nyamuk dan Genting akan diambil alih oleh PLN. Waktu saya ke sana, memang ada problem dimana sumber energi listrik dari sollar cell di sana rusak dan masyarakat tidak mampu memperbaiki,” ujar Ganjar.
Kabar baik itu, tutur Ganjar, disampaikan langsung oleh GM PLN unit induk distribusi Jateng DIY Irwansyah saat acara penyerahan bantuan listrik gratis di ruang rapat gedung A lantai 2 kompleks Pemprov Jateng, beberapa lalu.
Dengan kabar itu, maka kemandirian penerangan di pulau-pulau kecil itu akan bisa diselesaikan. Menurutnya, masyarakat memang sudah lama menantikan adanya listrik dari PLN.
“Hadirnya PLN mengambil alih kebutuhan listrik di kepulauan itu menjadi harapan masyarakat,” tutur Ganjar.
Kini, Karimunjawa sudah terang benderang di waktu malam, berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Adanya listrik 24 jam membuat kegiatan masyarakat dapat dipermudah baik secara ekonomi, pendidikan, sosial dan pariwisata.
Dorong Pembelajaran Sekolah
“Adanya aliran listrik sekarang sangat membantu dalam pembelajaran di sekolahnya, terutama yang berkaitan dengan sarana elektronik,” ujar Atik Sri Setyowati, guru SMP.

Menurut Atik, aliran listrik sangat membantu, terutama pembelajaran yang membutuhkan alat elektronik seperti komputer dan lainnya. Bahkan sebelumnya dia menempuh pendidikan, semua pembelajaran dilakukan dengan manual, penerangan lampu di kelas pun tidak ada.
“Dulu waktu saya masih sekolah di sini belum ada listrik. Lalu, pada perkembangannya listrik dibatasi hanya lima sampai enam jam,” ujar Atik.
Senada siswa SMK Perhotelan Karimunjawa Nur Aliyah menuturkan, listrik di daerahnya sudah 24 jam penuh.
“Sekarang listrik sudah 24 jam di sini, sehingga mudah untuk belajar, dan internet juga aksesnya lebih baik,” tuturnya.
Begitu juga Sugiarto perajin kayu di Karimunjawa yang sudah membuka usaha kerajinan kayu khas Karimunjawa sejak 1993 silam, di antaranya tasbih, gelang, tongkat komando, dan cincin, kini lebih senang peralatannya sudan bisa memaanfatkan aliran listrik.
“Dulu saya buat secara manual dengan alat tradisional. Tapi sejak listrik masuk ke Karimunjawa dan 24 jam, akhirnya saya bisa pakai alat modern,” ujarnya.
Penggunaan alat modern tersebut mampu menambah kualitas dan kuantitas produksi. Sebelumnya sehari hanya bisa lima set, namun sekarang meningkat bisa mencapai 30 set.
Sebelum 2016 itu listrik di Karimunjawa hanya menyala sekitar enam jam sehari pada pukul 18.00 WIB – 24.00 WIB. Pernah juga hingga 12 jam, tetapi sangat jarang.
“Dulu pembangkit listrik di Karimunjawa dikelola oleh Pemkab Jepara. Waktu itu saya manajernya,” ujar Nur Sholeh Eko Prasetyawan bercerita di sela-sela pertemuan dengan manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di salah satu hotel di Karimunjawa beberapa waktu lalu.
Sholeh saat ini menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Karimunjawa itu mengatakan wisatawan harus pasrah beradaptasi dengan kondisi kelistrikan di wilayah itu.
Bahkan saat itu, dia selaku manajer bersama timnya berusaha mengelola stok bahan bakar minyak (BBM) dengan semaksimal mungkin, untuk kebutuhan ‘makanan’ empat pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
“Terkadang, kalau stok BBM menipis, kami terpaksa mengurangi ‘waktu tayang’-nya kurang dari enam jam,” tuturnya mengingat masa-masa penuh kenangan itu. Namun, sejak awal 2016 PLN diberi tugas untuk mengoperasikan sistem kelistrikan di wilayah yang mendapat julukan The Paradise of Java itu.
Empat PLTD yang tersebar di sejumlah titik itu diganti menjadi satu, yakni PLTD Legon Bajak dengan kapasitas 2 x 2.200 kW, yang berada di Desa Kemujan atau berada pesisir utara Pulau Karimunjawa. Sejak berpindah tangan itu, PLN sanggup menerangi Karimunjawa, khusus Pulau Karimunjawa dan Kemujan hingga 18 jam. Bagi warga, itu sudah luar biasa dan sangat disyukuri. Tak hanya sampai di situ, akhirnya listrik bisa menyala 24 jam mulai 30 Mei 2016 setelah diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“Warga kami seperti balas dendam dengan listrik ini. Sekarang, semua barang elektronik bisa dipakai sepuasnya, seperti AC, mesin cuci, TV, dan kulkas,” ujarnya
Sejak Ganjar meresmikan PLTD Legon Bajak di Dukuh Telaga, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa dan kawasan dua pulau, Kemujan dan Karimun kini tidak gelap lagi, bahkan masyarakat di kawasasan itu sudah dapat menikmati listrik 24 jam seperti di Pulai Jawa.
Hingga saat ini Ganjar tidak pernah lupa dengan Karimunjawa. “Alhamdulillah sudah ya, saya tidak pernah lupa dengan Karimunjawa. Awal-awal saya dilantik menjadi Gubernur saya datang ke sini kok listriknya hanya enam jam dan bahasa masyarakat itu menyayat hati. Pak Ganjar sejak merdeka listriknya enam jam, padahal kita Indonesia, Jawa Tengah lagi. lya mak tratap-tratap,” cerita Ganjar.
Akhirnya, Ganjar meminta PLN dan dibantu Pertamina, untuk memenuhi kebutuhan listrik di Karimunjawa.
“Permintaan itu dikerjakan cepat, akhirnya kita dapat diesel dipinjami dari Kalimantan. Yang di sini dibawa ke Parang. Di sana di-hybride dengan PLTS, maka cara seperti ini banyak alternatif menghasilkan energi yang kita berikan selama 24 jam,” tutur Ganjar.
Kini gebyar benderang setelah didukung banyak pihak listriknya sudah nyala 24 jam. Setelah PLN berupaya keras dan warga yang merelakan tanahnya untuk jadi lokasi PLTD.
Pembangunan fisik PLTD Legon Bajak dilaksanakan PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN, meski sebelumnya sempat mengalami kendala akibat komponen pembangkit utama tidak tersedia. Namun, akhirnya mendapatkan solusi dengan merelokasi PLTD dari Pontianak.
Pembangunan listrik Karimunjawa merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur kepariwisataan di Jateng. Setelah listrik, Pemprov Jateng akan membangun pelabuhan, menambah frekuensi pelayaran kapal, jaringan telepon dan jaringan wifi.
“Perpanjangan landasan Bandara Dewandaru juga sedang progres sehingga nanti pesawat besar bisa mendarat, harapannya pariwisata meningkat,” ujar Ganjar.
Menurut Ganjar, Karimunjawa layak menjadi destinasi wisata unggulan Jateng, bahkan Nasional, karena banyak potensi alam yang belum dieksplorasi di kawasan yang terdiri dari 27 pulau itu.
Kepulauan Karimunjawa terdiri dari gugusan 27 pulau dan hanya lima pulau yang berpenghuni mencakup Pulau Karimun, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting.
PLN pun semakin optimis pariwisata di Kepulauan Karimunjawa bakal semakin tumbuh pesat hingga diharapkan kunjungan wisatawan terus meningkat, bahkan harga jual listrik yang ditetapkan pun kini semakin murah.
Listrik Murah
Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkung, PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY Hardian Sakti Laksana menuturkan harga listrik untuk tarif rumah tangga ditetapkan sebesar Rp1.467/kWh. Sedangkan untuk tarif bisnis berdasarkan standar biaya pokok produksi (BPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp2.332/kWh.
“Selain itu, di Karimunjawa masih tersedia cadangan listrik, kurang lebih sebesar 3.000 kW atau kira-kira setara dengan tambahan 10 hotel berbintang,” tuturnya saat acara Media Gathering, di Karimunjawa, beberapa waktu lalu.
Kemampuan daya listrik, tutur Hardian, di Karimunjawa 2 x 2.200 kW dengan beban puncak sebesar 612 kW dan pertumbuhan penjualan kepada pelanggan mulai naik hingga 9% atau melebihi rata-rata kelistrikan nasional sebesar 6,5%.
Menurutnya, kenaikan itu akibat turunnya tarif listrik, dari sebelumnya masyarakat pelanggan harus membayar sebesar Rp2.500/kWh.
“Dengan tarif listrik murah, PLN berkomitmen bakal mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata di Karimunjawa, dengan berupaya terus meningkatkan penyediaan infrastruktur kelistrikan di kawasan wisata bahari nasional itu,” ujarnya.
Hingga saat ini, tutur Hardian, kunjungan wisatawan di Karimunjawa sudah terlihat mengalami kenaikkan, dari tahun-tahun sebelumnya.
PLN mencatat jumlah pelanggan PLN di Karimunjawa mencapai 1.855 pelanggan rumah tangga, dan 86 pelanggan bisnis. Sedangkan total daya tersambung sebesar 3.279 kVA, dengan panjang jaringan listrik mencapai 45 Kms.
Dengan ketersediaan kapasitas daya listrik itu merupakan kesempatan dan peluang bagi para investor untuk mengembangkan potensi wisata di Kepulauan Karimunjawa yang memiliki gugusan 27 pulau dengan 5 pulau yang telah berpenghuni.
“Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor pariwisata di Karimunjawa melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan,” tuturnya.
Pengelolaan listrik di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk, Kecamatan Karimunjawa, akan sepenuhnya di bawah penanganan PLN.
Sebelumnya, pengelolaan listrik berada di tangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Jepara Ronny menuturkan proses pengalihan pengelolaan itu telah dimulai sejak November 2021 lalu.
Dia menambahkan, nantinya para pelanggan di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk akan mendapat kuota sebanyak 1,5 Kwh per hari. Pembatasan jumlah kuota tersebut, rencananya akan dihentikan ketika pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah rampung pada 2023.
“Namun pembatasan tersebut tidak berlaku pada fasilitas umum seperti balai desa, puskesmas, dan sekolah,” ujar Ronny pada penyerahan berkas serah terima operasional dan pemeliharaan (STOP) pengalihan pengelolaan kelistrikan di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk di Ruang Kerja Bupati Jepara, belum lama ini.
Ronny menuturkan, perhitungan telah dilakukan dengan cermat, sehingga kuota sejumlah 1,5 Kwh bagi masyarakat akan mencukupi kebutuhan harian.
Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menyambut baik pengalihan penanganan listrik di tiga pulau di Karimunjawa.
Apresiasi disampaikannya kepada pihak PLN atas kerja samanya dalam menyediakan listrik untuk ketiga pulau tersebut.
Pemkab Jepara juga memfasilitasi sambungan listrik gratis bagi ratusan warga di Kepulauan Karimunjawa, sebagai upaya agar masyarakat di daerah terluar dapat mengakses layanan listrik secara maksimal.
Sub Koordinator Sumber Daya Alam Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Heru Sutamaji menuturkan total ada 694 Kepala Keluarga (KK) di Kepulauan Karimunjawa yang akan mendapatkan subsidi listrik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 669 KK berada di Pulau Parang, Genting, dan Nyamuk. Sementara 25 KK lainnya tinggal di Desa Kemujan dan Karimunjawa.
“Pemerintah akan memberikan subsidi listrik kepada warga di Kepulauan Karimunjawa agar bisa menikmati listrik seperti warga di daratan,” ujar Heru.
Pemkab Jepara, tutur Heru, akan memberikan subsidi listrik sebesar Rp270.500 dengan daya 450 VA per KK. Alokasi tersebut digunakan untuk penyambungan listrik, biaya token, dan SLO 450 VA.
Sedangkan total keseluruhan anggaran untuk biaya penyambungan listrik di Karimunjawa sebesar Rp187,7 juta.
Heru berharap, dengan adanya subsidi listrik ini, warga yang semula memanfaatkan sambungan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan juga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), bisa beralih memanfaatkan layanan listrik dari PLN IUD Jateng dan DIY.
Menurut Koordinator PLTDS Parang, Nyamuk, dan Genting Aminun Hakim, dengan adanya sambungan listrik PLN pengganti PLTDS ini, diharapkam kebutuhan listrik masyarakat di kepulauan akan lebih maksimal. Pasalnya, dengan memanfaatkan PLTDS selama ini, masyarakat mendapatkan jatah 1500 WA dalam waktu 24 jam. Itu sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.
“Jika melebihi penggunaan tersebut, listrik akan mati. Bahkan setiap jam 15.00 WIB terjadi restart untuk mengisi daya,” tutur Aminun
Di kawasan Karimunjawa beberapa objek wisata yang telah dikenal di antaranya Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Cemara Besar, Spot Nyamplungan, Pantai Tanjung Gelam, Pulau Cilik, Pulau Tengah, dan Pulau Geleang.

Tidak dipungkiri memang, Kepulauan yang berada di sebelah utara Pulau Jawa itu telah menjadi destinasi wisata favorit bagi banyak orang, baik turis domestik maupun turis asing. Sebanyak 27 gugusan pulau itu memiliki keindahan bahari yang sangat menakjubkan. Kepulauan yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ini telah ditetapkan sebagai Taman Nasional dengan hamparan air laut yang jernih hijau kebiruan, kekayaan terumbu karang, dan pasir putih yang akan memanjakan mata wisatawan.
Bahkan sejumlah investor sudah melirik kawasan tersebut, di antaranya pabrik es, Java Paradise Resort, Grand Mega Resort, dan D’season Bandara. Total empat infrastruktur tersebut membutuhkan listrik sekitar 1 MW.
Kepulauan Karimunjawa yang begitu indah dan memiliki beberapa tempat wisata alam meliputi Kolam Hiu di pulau Menjangan Besar, Legon Lele, di pulau Karimunjawa, Gunung Gede di desa pulau Karimunjawa, Lorong Cinta di Pulau Kemujan, Air terjun Nyamplungan di pulau Karimunjawa, Pantai Barakuda di pulau Kemujan dan masih banyak tempat wisata lainnnya, termasuk pantai pasir putih.


