Dari Ibadah ke Integritas, Tarling di DPRD Jateng Dorong Etos Kerja Humanis
SEMARANG [Berlianmedia]– Ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi harus menjelma menjadi integritas dalam pelayanan publik.
Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) yang digelar di lobi Gedung Berlian DPRD Provinsi Jawa Tengah, Senin (2/3) malam.
Momentum Ramadan dimaknai sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan etos kerja yang disiplin, jujur dan humanis di lingkungan pemerintahan.
Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama DPRD Jateng dan Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jawa Tengah itu, dihadiri unsur Forkopimda serta pimpinan dewan yang diwakili Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah.
Kehadiran lintas unsur pemerintahan, memperlihatkan komitmen bersama dalam merawat nilai spiritualitas sebagai fondasi tata kelola yang berintegritas.
Mengusung tema “Pelajaran Berdisiplin dari Berpuasa”, ceramah disampaikan oleh Dr H Tafsir sebagai khatib, yang juga menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam Tausiyahnya H Tafsir menegaskan, bahwa puasa merupakan madrasah pembentuk karakter. Disiplin menjaga waktu, menahan diri dan memelihara kejujuran selama Ramadan seharusnya tercermin pula dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Puasa melatih konsistensi dan tanggung jawab. Jika nilai ini dibawa ke ruang kerja, maka lahirlah aparatur yang amanah dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Jateng, Sarif Abdillah juga menambahkan, nilai kedisiplinan dan integritas yang tumbuh dari ibadah sangat relevan dengan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan.
Menurutnya, disiplin bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi kesungguhan memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar memberi manfaat bagi rakyat.
“Integritas dalam penganggaran berarti mengelola APBD secara transparan dan sesuai aturan. Dalam pengawasan, memastikan program tepat sasaran. Semua itu berakar dari karakter yang ditempa, salah satunya melalui ibadah puasa,” tegasnya.
Rangkaian Tarling diawali dengan salat Isya berjemaah, dilanjutkan salat Tarawih yang berlangsung khidmat. Lantunan ayat suci menggema di ruang yang sehari-hari menjadi pusat pembahasan regulasi daerah, menghadirkan suasana reflektif di tengah aktivitas legislatif.
Melalui kegiatan itu, DPRD Jateng berharap Ramadan menjadi penguat komitmen moral bagi seluruh aparatur, baik di lingkungan legislatif maupun eksekutif. Spirit puasa diharapkan menumbuhkan empati sosial, kesadaran bahwa kebijakan publik sejatinya harus menyentuh kebutuhan masyarakat luas, terutama kelompok rentan.
Tarling bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga sebagai pengingat, bahwa jabatan adalah amanah. Dari ibadah yang khusyuk, lahir integritas yang kokoh. Kemudian dari integritas, akan tumbuh etos kerja humanis, yang menjadi fondasi pelayanan publik yang berkeadilan dan bermartabat.


