Cuaca Ekstrem di Kota Semarang Timbulkan Berbagai Kejadian Bencana 

SEMARANG [Berlianmedia] — Cuaca ekstrem berupa hujan badai melanda wilayah Kota Semarang pada Rabu (18/2) siang. Peristiwa yang berlangsung kurang dari satu jam itu memicu puluhan kejadian bencana, didominasi pohon tumbang dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto mengatakan, hujan badai terjadi sekitar 40 menit dengan intensitas angin cukup kencang. Dampaknya cukup besar, terutama pohon tumbang serta kerusakan atap rumah warga.

Hingga berita ini ditayangkan, BPBD mencatat total 88 kejadian sepanjang hari, terdiri atas tiga tanah longsor, 31 atap rumah roboh, satu papan reklame roboh dan 53 pohon tumbang yang tersebar di berbagai wilayah.

Kejadian paling memprihatinkan terjadi di Jalan Bendungan Raya, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan. Seorang perempuan yang melintas menggunakan sepeda motor tertimpa pohon hingga meninggal dunia.

Baca Juga:  Yamaha E01 Resmi Mengaspal di Indonesia

“Ada seorang ibu-ibu yang melintas mengendarai motor tertimpa pohon hingga meninggal dunia. Ini cukup besar dampaknya,” kata Endro kepada Wartawan di Semarang, Rabu (18/2).

Sejumlah pohon tumbang juga menimpa fasilitas umum dan bangunan. Atap sebuah gedung MBG di Mangkang Kulon dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin.

Evakuasi dan penanganan dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman serta warga setempat. Petugas meminggirkan pohon tumbang dan menunggu tim medis untuk mengevakuasi korban.

Kerusakan lain turut terjadi pada jaringan listrik. BPBD berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan gangguan segera tertangani.

Terkait kerugian material, Endro menyebut masih dalam proses pendataan. “Kerugian secara terperinci belum bisa disampaikan karena perlu asesmen lebih lanjut dan koordinasi dengan wilayah terdampak,” ujarnya.

Baca Juga:  Sejumlah Lembaga Terlibat Proses Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal ini sejalan dengan prakiraan BMKG yang menyebut puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari.

“Koordinasi lintas pihak akan terus dilakukan untuk meminimalkan risiko serta memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!