Taj Yasin Apresiasi Kiprah Baznas Pulihkan Ekonomi

SEMARANG[Berlianmedia] – Kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng selama Pandemi Covid-19 patut mendapat apresiasi, mengingat Baznas telah berupaya maksimal membantu pemerintah memulihkan ekonomi di era pandemi Covid-19 dan mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program dengan memanfaatkan dana Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan untuk mengoptimalkan pendapatan zakat, Pemprov Jateng telah memberlakukan kebijakan pengumpulan zakat dari para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Taj Yasin menambahkan atas keberhasilan pengumpulan zakat dari kalangan ASN, Baznas Nasional mengapresiasi Baznas Jateng yang telah menjadi role model bagi daerah-daerah lain.

“Terimakasih kepada Pak Gubernur Jateng yang menginisiasi mengajak ASN untuk menyadari bahwa semua berkewajiban mengeluarkan zakat. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi model bagi wilayah-wilayah lain. Saya berharap menjadi kebijakan pemerintah pusat, presiden atau wakil presiden untuk memutuskan setiap ASN diwajibkan mengeluarkan zakat,” ujar Taj Yasin saat acara 6th indonesia conference of zakat di Auditorium UIN Walisongo Semarang, Rabu (30/11).

Baca Juga:  Wakaf Aman Bikin Umat Nyaman, Inilah Cara Daftarkan Tanah Wakaf

Taj Yasin menuturkan, apabila kebijakan tersebut diterapkan dan dilaksanakan oleh semua ASN, maka akan ada kemajuan signifikan terhadap pengentasan kemiskinan. Terlebih sekarang juga dikembangkan program zakat yang bukan hanya penyaluran zakat konsumtif tetapi juga zakat produktif. Seperti penyelenggaraan pelatihan juru sembelih halal, pelatihan beternak, bertani, wirausaha, serta pemberdayaan lainnya.

“Banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya secara  langsung dan pribadi. Tetapi setelah menjalin kerja sama dengan Baznas mustahiknya semakin bertambah. Bahkan dari Jateng beberapa kali mengirim bantuan ke berbagai daerah yang sedang dilanda bencana. Yang terbaru mengirim bantuan kepada korban bencana di Cianjur,” tutur Taj Yasin.

Menurutnya, dalam pelaksanaan the 6th indonesia conference of zakat yang diikuti berbagai negara itu, pengurus Baznas dan para duta besar akan membahas persoalan-persoalan ekonomi dan penyelesaian kemiskinan di dunia. Konferensi zakat internasional itu, sekaligus membuktikan bahwa pelaksanaan zakat Indonesia telah mendunia.

Baca Juga:  Merefleksi Kebangkitan Generasi Muda FKPPI Kota Semarang 2025

“Terima kasih memilih Jateng, khususnya UIN Walisongo menjadi tuan rumah ajang silaturahmi internasional membahas bagaimana pemulihan ekonomi, mengentaskan kemiskinan di era ekonomi dunia yang tidak membaik. Baznas Republik Indonesia mengajak beberapa negara MoU terkait pengentasan kemiskinan. Ini sebuah kebijakan yang bagus dan pembuktian, bahwa dari pengumpulan infaq, zakat, shodaqoh dimulai dari Indonesia,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!