Pelatihan Kader Perdamaian Terhadap 42 Tokoh Perempuan Sukoharjo

SUKOHARJO[Berlianmedia] –  Indonesia Imparsial dan Paguyuban Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan Grogol menggelar Sarasehan Kebhinekaan tokoh perempuan lintas iman dengan tema Penguatan Komunitas Lintas Iman Dalam Merawat Toleransi dan Perdamaian di Telukan, Grogol, Sukohrajo.

Pelaksana Program Rinda Rachmawati mengatakan, sarasehan diikuti oleh 42 orang tokoh perempuan yang terdiri dari penghayat, Hindu, Islam, Kristen, Katholik dan Budha serta beberapa pengurus PKUB dan ormas keagamaan Kec. Grogol.

“Sarasehan bertujuan untuk  mewujudkan moderasi beragama dan toleransi antar umat beragama di kecamatan Grogol, mewujudkan sinergitas antara pemerintah dengan tokoh lintas iman khususnya di 4 desa program dalam menghadapi radikalisme, intoleransi serta mewujudukan kondusifitas umat beragama di kecamatan Grogol,” jelasnya, Rabu (2/11).

Sementara Ketua Paguyuban Komunikasi Umat Beragama (PKUB) Kecamatan Grogol Rahmadi Raharjo menjelaskan, nilai-nilai keagamaan, kearifan lokal dan karya kebudayaan Indonesia merupakan modal dasar untuk membangun moderasi beragama dan meneguhkkan negara sebagaimana semboyan Bhineka Tunggal Ika

Baca Juga:  Saksi Tragedi Kanjuruhan Memohon Perlindungan ke LPSK

“Ini sangat perlu dan wajib dalam sarasehan karena Bhineka Tunggal Ika tidak dapat terwujud manakala konsep moderasi, multikultural pluralisme dan toleransi tidak dihidupkan di negeri ini. Nilai-nilai diatas harus ditabur melalui proses-prose pendidikan yang terus menerus serta dilaksanakan secara bersama oleh komponen masyarakat seperti kegiatan sarasehan kebhinekaan saat ini,” tuturnya.

Rahmadi menambahkan, PKUB Kec Grogol tidak dapat berbuat sendiri tanpa dukungan pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan kerukunan antar tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivits organisasi keagamaan, tokoh pemuda lintas agama dan tokoh perempuan lintas iman, mereka harus mempunyai kesamaan pandangan dan kesepakatan bersama.

“Kami berharap kegiatan ini akan membawa dampak yang positif bagi para tokoh agama baik pemuda, perempuan dan tokoh masyarakat untuk menciptakan keharmonisan dan perdamaian,” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!