Semangat Kartini, Kapolres Semarang Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Keluarga dan Kamtibmas

KABUPATEN SEMARANG [Berlianmedia]- Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa (21/4), dimaknai sebagai momentum penguatan peran perempuan lintas generasi.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy saat memberikan materi dalam kegiatan bertema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” di Pendopo Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini dihadiri ketua penggerak PKK Kabupaten Semarang Hj. Peni Ngesti Nugraha serta berbagai elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan, yang berperan aktif dalam keluarga, lingkungan sosial, hingga dunia profesional.

Dalam paparannya, Kapolres juga menegaskan, bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter generasi penerus.

“Seorang ibu adalah pendidik pertama bagi anaknya. Ia dituntut memiliki wawasan luas serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ungkap AKBP Ratna.

Baca Juga:  Belajar Soal Kelembagaan, Mahasiswa Kunjungi Bawaslu Kota Semarang

Kapolres juga menambahkan, bahwa peran ganda perempuan merupakan anugerah, yang tidak hanya sebagai ibu dan istri, namun juga sebagai perempuan karier yang mampu memberikan kontribusi nyata, di berbagai bidang.

Dalam penyampaiannya, Kapolres juga mengangkat filosofi perempuan sebagai sosok yang mampu “menyalakan lilin orang lain tanpa membuat lilinnya sendiri padam”. Menurutnya, perempuan yang kuat justru mampu memberikan manfaat luas tanpa kehilangan jati dirinya.

Selain itu, Kapolres menyoroti masih tingginya angka tindak kriminal yang menyasar perempuan, khususnya kasus kekerasan seksual. Ia mengimbau agar korban tidak takut untuk melapor kepada pihak kepolisian.

“Korban harus berani melapor. Penanganan tidak hanya berfokus pada hukum, tetapi juga rehabilitasi psikis korban dan perbaikan perilaku pelaku,” tegasnya.

Dalam konteks keluarga, Kapolres menekankan pentingnya peran ibu dalam melakukan pengawasan terhadap anak, terutama di era digital yang sarat pengaruh negatif. Ia mengingatkan pula, bahwa minimnya pengawasan dapat membuka peluang anak terpapar kelompok ekstrem maupun pergaulan yang tidak sehat.

Baca Juga:  Ops Lilin Candi 2024 dimulai, Polres Semarang Gelar Upacara gelar pasukan.

Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan sekaligus sarana monitoring yang efektif.
Lebih jauh, Kapolres menyampaikan, bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai benteng Kamtibmas. Dengan sifat adaptif yang dimiliki, perempuan dinilai mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Perempuan juga harus memiliki support system yang kuat. Ini menjadi imun agar tetap semangat dalam menjalankan berbagai peran kehidupan,” imbuhnya.

Di akhir penyampaiannya, Kapolres mengajak seluruh perempuan untuk mampu mengelola waktu dengan baik, menentukan prioritas, serta menerima setiap proses kehidupan dengan bijak.

“Perempuan hebat bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi mereka yang tahu kapan harus bangkit,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!