Socceroos Tidak Ingin Menjadi Tim Pelengkap di Piala Dunia 2022
Australia memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Peru pada 14 Juni lalu. Ini adalah kesuksesan Piala Dunia keenam berturut-turut Socceroos (Julukan Timnas Australia).
Australia sendiri sudah tampil di Piala Dunia sebanyak lima kali. Pertama kali, Socceroos tampil pada Piala Dunia tahun 1974. Sistem kualifikasi kerap menjegal mereka untuk tampil di putaran final. Setelah lama absen, Australia kembali ke Piala Dunia 2006 di Jerman. Setelahnya, Australia menjadi langganan masuk Piala Dunia di Afrika Selatan, Brasil, dan Rusia.
Dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 mereka memetik kemenangan adu penalti 5-4 melawan Peru menyusul hasil imbang tanpa gol di waktu normal di Stadion Al Rayyan di Doha, Qatar.
Timnas Australia sendiri akan menjadi salah satu tim kuda hitam di Piala Dunia 2022 Qatar. Timnas Australia tergabung di grup D bersama juara bertahan Prancis, Denmark, dan Tunisia.
Saat Piala Dunia 2018 Rusia, Australia berada satu grup dengan Prancis dan Denmark. Kini, dejavu Rusia kembali terulang di Qatar.
Tentunya tim asuhan Graham Arnold bisa belajar dari pengalaman, agar tak menuai hasil yang sama seperti di Rusia empat tahun lalu, jika tak ingin dejavu benar-benar terjadi.
Pasalnya Australia terbilang gagal total pada Piala Dunia 2018. Mereka hanya menjadi juru kunci setelah gagal bersaing dengan Prancis, Denmark, dan Peru.
Australia di Piala Dunia 2022 akan bertransformasi lebih baik daripada penampilan mereka sewaktu di Piala Dunia 2018. Apalagi sekarang Australia mempunyai mental yang patut diacungi jempol saat berjuang lolos Kualifikasi Piala Dunia 2022.
Dilatih oleh Graham Arnold yang merupakan manajer dan mantan pemain timnas sepak bola Australia, Australia sekarang memainkan sepakbola yang berbeda dan tidak tergantung oleh salah satu figure pemain bernama besar.
Kiprah Graham Arnold menjadi pelatih Australia cukup menarik, dari menjadi asisten pelatih tim nasional Australia yang saat itu dilatih oleh Guus Hiddink kemudian setelah Hiddink pergi ia menjadi pelatih sementara sebelum diangkat menjadi pelatih kepala.
Tentunya menarik melihat penampilan Australia untuk lolos dari babak penyisihan Grup, bersaing dengan Tunisia dan Denmark untuk merebut posisi runner up Grup D adalah fokus mereka dalam partisipasi mereka di Piala Dunia 2022, karena mungkin di atas kertas Perancis yang juga merupakan calon juara di Qatar pastinya akan berstatus juara Grup D.
Key Player (Pemain Kunci)
Matthew Ryan
Penjaga Gawang sekaligus Kapten Tim Nasional Australia ini sangat dibutuhkan perannya untuk membawa Socceroos lolos dari babak penyisihan Grup D Piala Dunia 2022
Pemain berusia 30 tahun ini sudah malang melintang membela klub-klub di Eropa. Sebelum membela FC Copenhagen, Denmark. Pada 2013, Mathew Ryan mulai merambah Eropa. Dia pindah ke Club Brugge di Belgia. Dia bermain selama dua tahun sebelum bergabung dengan Valencia (Spanyol).
Kemudian sempat mencicipi Liga Premier, Mathew Ryan dikenal sebagai penjaga gawang Brighton and Hove Albion pada 2007-2021, yang sempat dipinjam Arsenal. Kemudian, pindah ke Real Sociedad pada 2021 dan sekarang sedang dipinjamkan ke salah satu klub elite Denmark, FC Copenhagen.
Untuk penampilannya saat membela Timnas Australia, Matthew melakukan debut internasional seniornya pada tahun 2012. Sejak itu, ia membuktikan dirinya sebagai kiper pilihan pertama Australia dan berhasil menggantikan idola masa kecilnya, Mark Schwarzer. Ia bermain di Piala Dunia 2014 dan 2018 serta Piala Asia 2015 dan 2019 dan Matthew pernah memenangkan penghargaan Kiper Terbaik di Piala Asia 2015.
Nama  : Tim Nasional Sepakbola Australia
Julukan : Socceroos
Association : Football Australia
Konfederasi : OFC (Oceania) 1966 – 2006
AFC (Asia) 2006 – Sekarang
Sub Konfederasi : AFF (Asia Tenggara)
Pelatih Kepala : Graham Arnold
Kapten tim: Mathew Ryan
Caps Terbanyak: Mark Schwarzer (109)
Pencetak gol terbanyak: Tim Cahill (50)


