Ratusan Warga Desa Tunggul Pandean Nalumsari Kecewa Bupati Jepara Tidak Jadi Hadir
JEPARA [Berlianmedia] – Ratusan Warga Desa Tunggul Pandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, merasa kecewa atas ketidakhadiran Bupati Jepara, yang sudah berjanji untuk hadir menyelesaikan rencana pembangunan Gardu Induk PLN di atas tanah bengkok desa yang menuai penolakan, pada Kamis (18/9).
Sebelumnya, janji Bupati Jepara Witiarso Utomo ingin bertemu masyarakat disambut gembira, namun melalui pesan singkat WhatsApp ajudan Bupati mengatakan, apabila pada hari yang dijanjikan Bapak Bupati belum bisa hadir menemui masyarakat Tunggul, dengan alasan Bapak Bupati dipanggil kementerian, terkait pembangunan yang ada di wilayah Kabupaten Jepara.
Masyarakat menilai, pembangunan gardu induk yang berada di tengah permukiman padat penduduk berpotensi menimbulkan berbagai risiko, baik dari aspek lingkungan, kesehatan maupun keselamatan warga sekitar.
Selain itu, warga juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi dan tidak adanya musyawarah desa, sebelum rencana pembangunan tersebut ditetapkan.
“Kami ingin Bapak Bupati hadir langsung di tengah-tengah warga, mendengarkan aspirasi kami, dan memberikan kejelasan terkait proyek ini,” ungkap T, salah satu perwakilan warga, yang enggan disebut namanya.
Warga berharap, kehadiran Bupati dapat menjadi jalan keluar untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat, pihak PLN dan instansi terkait, sehingga keputusan yang diambil tidak merugikan masyarakat Desa Tunggul Pandean.


