Ratusan Buruh Jateng Unjuk Rasa di DPRD, Tuntut Hapus Outsourcing dan Upah Murah
SEMARANG [Berlianmedia]– Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Gedung DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (16/4).
Massa yang mengenakan seragam biru putih, yang berunjuk rasa membawa bendera federasi serta berbagai poster, berisi berbagai tuntutan kepada pemerintah.
Di antaranya, desakan agar segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru, yang berpihak pada buruh di tingkat kabupaten/kota.
Selain itu, mereka juga menyuarakan tuntutan penghapusan sistem outsourcing dan praktik upah murah (Hostum) serta meminta realisasi fasilitas daycare ramah anak, khususnya di Jepara.
Dalam orasinya, salah satu buruh, Lukman menegaskan komitmen pekerja, untuk terus mengawal pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru tanpa skema omnibus law, yang dinilai merugikan rakyat.
“Di tingkat nasional, kita mendesak penghapusan sistem outsourcing dan upah murah,” tegasnya.
Ketua FSPMI Jawa Tengah, Aulia Hakim menyebutkan, aksi ini diikuti pekerja/buruh dari sejumlah daerah, seperti Semarang, Kudus dan Jepara.
Perwakilan buruh kemudian diterima Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, dr. Messy, untuk melakukan dialog. Dalam pertemuan tersebut, seluruh aspirasi buruh disampaikan secara langsung kepada pihak dewan.


