Mbah Guno Astagina: Jagad Gede Lan Jagad Cilik, Kunci Menata Kehidupan Lahir dan Batin

SEMARANG [Berlianmedia] – Tokoh spiritual Mbah Guno Astagina kembali mengajak masyarakat, untuk menengok ke dalam diri melalui falsafah Jawa, dalam istilah Jagad Gede lan Jagad Cilik, sebuah pandangan hidup yang menempatkan manusia sebagai bagian tak terpisahkan dari alam semesta.

Menurutnya, keharmonisan hidup hanya bisa tercapai ketika manusia mampu menyelaraskan batinnya, dengan tatanan alam dan kehendak Tuhan.

“Jagad gede itu alam semesta raya, sedangkan jagad cilik itu diri manusia. Apa yang ada di alam besar, sejatinya juga ada di dalam diri manusia,” tutur Mbah Guno.

Dalam penjelasannya, Mbah Guno menyebut manusia sebagai mikrokosmos yang memuat unsur-unsur semesta, yaitu air, api, angin dan tanah. Keempat unsur itu hidup di dalam diri manusia sebagai sifat, emosi dan daya batin.

Baca Juga:  Pengusaha Toko Emas Laporkan 5 Debt Collector Ke Polda Jateng

Ketika unsur-unsur tersebut tidak dikelola dengan baik, maka ketidakseimbangan dalam diri akan menjalar ke kehidupan sosial, bahkan berdampak pada alam sekitar.

Mbah Guno juga menegaskan, bahwa kekacauan jagad gede sering berawal dari rusaknya jagad cilik.

“Kalau batin manusia rusak, serakah, penuh amarah, maka alam pun ikut rusak. Banjir, kebakaran dan bencana itu bukan sekadar peristiwa alam, tapi juga peringatan agar manusia kembali menata diri,” ujarnya.

Menurut Mbah Guno, manusia diberi peran penting sebagai pancer atau titik pusat yang menghubungkan langit dan bumi. Sebagai pancer, manusia bertugas menjaga keseimbangan antara hawa nafsu, akal, rasa dan ruh. Pancer yang kuat akan mampu mengendalikan sedulur papat (empat saudara dalam diri manusia, red) dalam diri, sehingga hidup berjalan selaras.

Baca Juga:  UMK Jateng 2024 Dinilai Buruh Paling Rendah

“Menjadi pancer itu tidak mudah. Manusia harus eling, sabar, rendah hati, dan istiqamah dalam ibadah. Kalau pusatnya kuat, maka hidup tidak gampang goyah,” pesannya.

Lebih jauh, Mbah Guno juga mengaitkan falsafah ini dengan tugas manusia sebagai hamba Allah SWT. Menata jagad cilik melalui ibadah, akhlak dan kesadaran spiritual adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan, sekaligus tanggung jawab menjaga jagad gede.

Ia menilai, di tengah krisis lingkungan dan kegelisahan sosial saat ini, falsafah jagad gede lan jagad cilik menjadi pesan penting yang relevan untuk semua generasi.

“Solusi hidup bukan hanya teknologi atau kekuasaan, tapi kesadaran batin. Kalau manusia kembali pada keseimbangan, alam pun akan ikut tenteram,” tegas Mbah Guno.

Menutup pesannya, Mbah Guno Astagina mengajak masyarakat untuk terus eling lan waspada, menjaga diri, menjaga alam dan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.

Baca Juga:  GAPERKASINDO Tegaskan Nitrit pada Makanan Bukan Semata Dampak Pupuk Urea

“Merawat batin berarti merawat semesta. Itulah jalan keselamatan lahir dan batin,” pungkasnya.

 

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!