Lapenkop Dekopin Wilayah Jawa Tengah Kembali Gelar Pendidikan Pendamping KDKMP
SUKOHARJO [Berlianmedia]- Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Jawa Tengah, menggelar Pendidikan Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) selama dua hari di Kartosuro, Sukoharjo, Sabtu-Minggu (9-10/8).
Setelah sebelumnya, di tempat yang sama, telah sukses menggelar Pendidikan Pemandu Dasar (PPD) I Perkoperasian, yang diikuti oleh hampir 100 peserta Minggu sebelumnya, Sabtu-Minggu (2-3/8).
Ketua Panitia penyelenggara Bimbingan Teknis (Bimtek) pendamping KDKMP, Mulya Budi menyampaikan, jumlah peserta yang hadir sebanyak 44 orang dan berasal dari praktisi koperasi, akademi dan akuntan publik.
“Narasumber dari Jaringan Usaha Koperasi dan beberapa narasumber lain, yang akan memberikan materi secara teknis, untuk kebutuhan materi dalam Bimtek. Ada juga Direktur Lapenkop juga sebagai pemateri. Ada juga pemateri dari beberapa perbankan, yaitu perbankan yang tergabung di Bank Himbara dan perwakilan Bank Jateng,” jelasnya.
Harapannya, lanjut Mulya Budi, dengan lengkapnya pemateri yang disampaikan, dapat menjadi pegangan atau materi para pendamping KDLMP.
“Dengan keterbatasan yang ada, kami mohon maaf jika masih ada yang kurang berkenan dalam materi maupun layanan yang kami sampaikan. Karena baru Minggu kemarin kita dari tempat ini. Tapi harapannya, dapat memenuhi kebutuhan peserta semua,” harapnya.
Direktur Lapenkop Dekopin Wilayah Jawa Tengah Dra. Laili Hidayah Dwi Rini menyatakan, bahwa materi yang akan disampaikan meliputi mekanisme dan Fase Pendampingan KDKMP oleh Dekopin Wilayah Jateng, analisa SWOT & Business Model Canvas serta Bussines Pitchdeck ke Bank.

“Jadi pada Bimtek kali ini, tujuannya peserta dapat melakukan pendampingan ke KDKMP, untuk bagaimana dapat mencairkan modal kerja KDKMP, mulai pembuatan proposal, analisa SWOT dan lainnya. Karena dalam menyusun proposal tersebut, dibutuhkan keterampilan khusus untuk bisa memenuhi kebutuhan KDKMP,” jelasnya.
“Jadi itu bedanya, pendidikan pemandu (PPD) yang kemarin digelar dan Bimtek saat ini, yang juga menjawab banyak pertanyaan apa bedanya Bimtek kali ini dengan PPD kemarin,” imbuh Laili.
Dibuka Ketua Dekopinwil Jawa Tengah
Pendidikan Pendamping KDKMP tersebut, dibuka oleh Pimpinan Ketua Dekopin Wilayah Jawa Tengah Andang Wahyu Triyanto, yang diwakili oleh Pimpinan Wakil Ketua Sudarto yang menyampaikan, bahwa kegiatan saat ini merupakan momentum yang sangat strategis.
“Kondisi saat ini, merupakan momentum yang strategis, karena dari 80 ribu KDMP/KKMP nasional dan di Jawa Tengah jumlahnya ada 8523, kisaran 80 persen ke atas, secara manajerial belum siap alias bingung, setelah dibentuk ini mau apa?,” ujar Sudarto.
Jadi, lanjutnya, konsep pendidikan Bimtek itu nantinya akan dikirimkan ke Dekopin Pusat untuk diusulkan ke pemerintah, agar bisa menjadi acuan bagi pemerintah untuk digunakan menjadi konsep panduan pelaksanaan manajemen KDKMP.
“Konsep yang telah kita susun akan kita kirimkan ke Dekopin Pusat, harapannya untuk bisa menjadi acuan pemerintah,” harap Sudarto.
Sementara dari Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, informasi yang dihimpun, staff khusus Kepala Dinas Edy Bramantyo menyatakan ijin tidak hadir.
“Disposisinya ijin tidak hadir, dari Dinas Koperasi dan UKM,” ujar Lingga, staff khusus Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah.
Sedangkan Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Deasy Arijani, informasinya masih menjalankan tugas ke Pulau Bali.


