Ketua DPRD Jateng Apresiasi Potensi Tanaman Hias Tawangmangu

KARANGANYAR [Berlianmedia] – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, mengajak para petani di kawasan Tawangmangu, Karanganyar, untuk semakin aware menjaga kualitas tanaman hias yang kini menjadi komoditas potensial ekspor. Wilayah Nglurah, terutama di sekitar situs Menggung, dikenal luas sebagai sentra produksi tanaman hias unggulan seperti anggrek, aglaonema, hingga Sri Rejeki yang telah menembus pasar Eropa.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama petani dan pihak terkait, yang digelar di Pendopo Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Minggu (6/7) sore. Dalam kegiatan tersebut, Sumanto didampingi oleh perwakilan Balai Karantina Kabupaten Karanganyar.

“Petani tanaman hias memiliki peluang besar untuk mengembangkan pasar, bukan hanya domestik tapi juga internasional. Karena itu, penting menjaga kualitas, tampilan estetika, dan kesehatan tanaman agar tetap kompetitif,” ungkap Sumanto.

Baca Juga:  Kesbangpol Semarang Dorong Kemandirian Ormas, 34 Organisasi Ikuti Fundraising di Tawangmangu

Ia juga menegaskan bahwa tanaman hias seperti anggrek, monstera, dan krisan lebih efisien secara modal dibandingkan komoditas seperti sapi atau kopi. “Tanaman hias relatif ringan dari sisi perawatan, tapi memiliki nilai estetika dan ekonomis tinggi. Apalagi Tawangmangu punya kontur tanah dan cuaca yang sangat cocok untuk budidaya tanaman hias,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Karantina, Irsan, menyampaikan komitmennya untuk mendampingi para petani dalam proses ekspor tanaman hias, mulai dari pembinaan administratif, pengepakan, hingga pengiriman.

“Kami bantu dari awal hingga shipping, termasuk memastikan tanaman bebas dari hama dan penyakit. Tujuannya agar ekspor berjalan lancar dan tidak ditolak oleh negara tujuan,” jelasnya.

Diskusi ini juga menjadi ruang tukar informasi antara petani dan pemangku kebijakan agar upaya ekspor tanaman hias tidak lagi terkendala teknis dan birokrasi. Sumanto menegaskan, DPRD Jateng akan terus mendukung langkah-langkah pemberdayaan petani, termasuk penguatan regulasi dan akses pasar, demi menjadikan tanaman hias sebagai komoditas unggulan berbasis desa yang berdaya saing global.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!