PMI Semarang Tambah Bantuan Sembako Bencana
GETASAN [Berlianmedia] – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang resmi menambah persediaan paket bantuan sembako untuk mengantisipasi bencana akibat curah hujan tinggi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kesigapan dan kepedulian PMI terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat stok bantuan darurat agar dapat segera disalurkan saat kondisi mendesak.
Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang mengambil langkah cepat dengan menggeser anggaran untuk menambah stok paket bantuan sembako bagi korban bencana. Kebijakan ini ditetapkan dalam rapat kerja yang digelar di Getasan, Minggu (6/7).
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Semarang, Moh Taufik, menyampaikan bahwa penambahan paket sembako dilakukan untuk mengantisipasi tingginya curah hujan yang berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, dan berbagai bencana lainnya.
āBantuan sembako diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran korban bencana. Sekaligus sebagai bantuan darurat yang dapat segera dimanfaatkan,ā jelas Taufik di sela-sela rapat kerja.
Rapat kerja tersebut dibuka oleh Ketua PMI Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, dan dihadiri seluruh pengurus, termasuk Kepala Unit Donor Darah (UDD) dr Diyah Fitriyani beserta jajaran. Dalam forum tersebut, para pengurus membahas berbagai strategi kesiapsiagaan bencana serta upaya meningkatkan pelayanan kemanusiaan.
Taufik juga menambahkan bahwa PMI telah menyediakan 400 ribu liter air bersih sebagai antisipasi menghadapi bencana kekeringan. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemungkinan besar akan terjadi kemarau basah. Oleh karena itu, jika permintaan air bersih tidak terlalu tinggi, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk memperkuat bantuan sembako.
āPerhitungan kami, bantuan air bersih ini dapat mencukupi permintaan. Namun jika situasi menuntut, bisa digeser untuk menambah stok bantuan sembako,ā lanjutnya.
Berdasarkan penetapan anggaran, PMI Kabupaten Semarang menyiapkan setidaknya 239 paket sembako untuk korban bencana. Hingga akhir semester pertama tahun 2025, sudah disalurkan sedikitnya 120 paket kepada masyarakat terdampak.
Ketua PMI Kabupaten Semarang, Djarot Supriyoto, dalam arahannya menekankan pentingnya memperkuat kinerja PMI hingga tingkat kecamatan. Langkah ini dianggap krusial agar respon tanggap darurat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran sesuai kondisi lapangan di setiap kecamatan.
āKami akan terus mengintensifkan pelayanan, termasuk memperluas sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan langsung oleh para pengurus di kecamatan. Selain itu, kami akan melibatkan sukarelawan agar pelayanan dapat berjalan lebih maksimal,ā ujarnya.
Selain fokus pada bantuan sembako dan air bersih, PMI Kabupaten Semarang juga tetap menjalankan berbagai layanan kemanusiaan lainnya. Layanan tersebut antara lain ambulans gratis, fogging untuk pencegahan penyakit demam berdarah, pengantaran kebutuhan darah ke pasien rumah sakit, serta pelayanan klinik pratama yang berlokasi di Bergas.
Kepala Klinik PMI, Nurhadi Wahyu J, menyebutkan pada awal Juli ini terdapat 1.499 warga yang mengakses layanan kesehatan melalui jaminan sosial di klinik tersebut. Hal ini menunjukkan peran aktif PMI dalam membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama masyarakat kurang mampu.
Dengan berbagai upaya dan kesiapsiagaan tersebut, PMI Kabupaten Semarang berharap dapat terus hadir sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan, sekaligus memperkuat rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat


