Pendidikan Mangrove di Bangku Sekolah

CILACAP[Berlianmedia] – Supervisor Health Safety Security Environment (HSSE) Integrated Terminal Cilacap PT Pertamina Patra Niaga Hanung Kurniawan mengatakan, pelestarian kawasan mangrove membutuhkan keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pelajar agar pelestariannya dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Pertamina, lanjutnya, mendorong terlaksananya pendidikan mangrove di lingkungan sekolah, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemeliharaan dan konservasi mangrove.

Pertamina melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menetapkan Kawasan Konservasi Mangrove Japati (SIMANJA) sebagai tempat pembelajaran bagi Sekolah Adiwiyata tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Cilacap.

Setidaknya 30 guru Adiwiyata dari beberapa SMP di Kabupaten Cilacap terlibat dalam peningkatan kompetensi dan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada kegiatan yang berlangsung di area Wisata SIMANJA (Konservasi Mangrove Jagapati), Jagapati, Kutawaru, Cilacap  akhir pekan lalu.

Baca Juga:  Telkomsel Gelar Pelatihan Teknologi IoT Untuk Petani

“Kami ingin menanamkan rasa cinta dan juga pengetahuan kepada adik-adik di bangku sekolah untuk ikut menjaga kelestarian alam sekitar, utamanya adalah kawasan mangrove yang ada di wilayah Kabupaten Cilacap,” ujar Hanung.

Ia menambahkan, pentingnya pendidikan mangrove untuk dijalankan di bangku sekolah sebagai upaya mitigasi bencana di area pesisir.

“Selain dapat menahan debit air laut yang semakin meningkat akibat dari pemanasan iklim global, konservasi mangrove juga dapat menjadi salah satu upaya mitigasi bencana di area pesisir. Untuk itu para pelajar sebagai generasi penerus nantinya harus mulai memahami hal tersebut,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap Sri Murniyati yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengapresiasi upaya yang dijalankan Pertamina. Menurutnya pembelajaran mangrove akan semakin menghidupkan Kawasan Konservasi Mangrove SIMANJA di wilayahnya.

Baca Juga:  Tak Hanya Lepas Kredit Usaha UKM, Bank Juga Harus Lakukan Pendampingan

“Tidak hanya dapat menjaga ekosistem mangrove, tapi juga memberikan dampak manfaat bagi warga kami yang merupakan pengelola Kawasan Mangrove SIMANJA. Dengan demikian jumlah kunjungan ke lokasi mangrove akan meningkat,” ujarnya.

Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho menuturkan, kegiatan konservasi mangrove yang dijalankan Pertamina, mulai dari pemeliharaan ekosistem hingga penanaman pengetahuan pada aspek pendidikan merupakan komitmen Pertamina terhadap ESG (Environment, Social, Governance).

“Selain itu program ini juga mendukung pemerintah khususnya dalam berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goas (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), utamanya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), poin 14 (Ekosistem Lautan), poin 15 (Ekosistem Daratan), dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan),” ujarnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!