Ramadan 1446 H: FJG Kampanyekan Jawa Tengah Bebas Penyakit Masyarakat

SEMARANG [Berlianmedia] Menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, Forum Jateng Gayeng (FJG), organisasi induk ormas dan LSM di Jawa Tengah, mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyakit masyarakat (pekat) seperti perjudian (togel), perilaku asusila, serta penyalahgunaan miras dan narkoba. Kampanye ini bertujuan menjaga kesucian Ramadan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan aman.

Ketua FJG, Kyai Achmad Robani Albar, SH. MH., dalam acara di IMTV Semarang menegaskan bahwa kesadaran kolektif diperlukan untuk membasmi pekat selama Ramadan. Ia mengajak masyarakat menjauhkan diri dari perilaku negatif dan mendorong aparat penegak hukum, seperti Satpol PP dan Kepolisian, untuk lebih aktif dalam menegakkan aturan terkait.

Sebagai langkah awal, FJG akan menggelar Dialog Ramadan Ceria Bebas Penyakit Masyarakat pada Kamis, 27 Februari 2025, di IMTV, Jalan Pamularsih 5B, Kota Semarang. Dialog ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih luas tentang bahaya pekat dan cara menghindarinya selama Ramadan.

Baca Juga:  Pengumpulan Bulan Dana PMI Kota Semarang Capai Rp3,6 Milyar

Selain itu, FJG mendorong ormas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk turut mengampanyekan gerakan Ramadan Bebas Pekat melalui media sosial dan media massa. Kajian keagamaan serta kegiatan positif lainnya juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat agar terhindar dari perilaku menyimpang.

Menurut Kyai Robani, aktivitas ibadah seperti tarawih, tadarus, wirid, dan munajat harus dioptimalkan agar masyarakat lebih fokus pada ibadah daripada aktivitas negatif. “Jika lingkungan kita bersih dari penyakit masyarakat, Ramadan akan lebih bermakna dan berkah,” ujarnya.

Gerakan ini diharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, dinas terkait, dan aparat keamanan. Jika pekat masih marak selama Ramadan, FJG berencana menurunkan massa untuk melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes dan dorongan agar pihak berwenang bertindak lebih tegas.

Baca Juga:  Bandara Jenderal Ahmad Yani Hadirkan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026, Prediksikan Pergerakan Penumpang Naik 5%

Kyai Robani menutup pernyataannya dengan harapan agar seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif dalam menciptakan Ramadan yang lebih aman dan suci. “Mari kita jadikan Ramadan tahun ini sebagai momen perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!