Siapa Pemilik Akun Bjorka Sebenarnya Yang Bikin Gaduh ???

SEMARANG[Berlianmedia] – Agustus lalu berita tentang Fredy Sambo yang menjadi otak pembunuhan dari Brigadir J, menjadi paling hangat dibicarakan publik di berbagai media hingga viral di semua media sosial.

Bahkan September ini, menyusul ada sosok yang bernama Bjorka seorang hacker yang berhasil membocorkan semua data-data pejabat pemerintah Indonesia juga menjadi perbincangan publik.

Gebrakan pertama yang dilakukan Bjorka hingga kemudian menjadi buah bibir adalah menjual data 1.3 milliar data registrasi SIM prabayar yang berisi nomor handphone warga Indonesia di forum breached.to, pada 31 Agustus 2022 dan menjual data tersebut dengan harga US$50.000 atau setara dengan Rp745,6 juta.

Karena aksinya itu mebuat kaget, geram dan khawatir warganet Indonesia akan kebocoran data pribadi, bahkan Bjorka mengklaim bahwa data yang dimilikinya berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) tetapi Kominfo membantahnya.

Melalui telegram dan akun twitter bjorka terus memberikan informasi kepada warganet Indonesia perihal aksinya yang menyerang Pemerintah Indonesia, meski sempat akunnya hilang dari platform, Bjorka tidak lantas berhenti bahkan kembali memperluas jaringan dengan membuka saluran telegram private dan akun twitter baru.

Baca Juga:  MBG SMPN6 Mundur Lagi Siswa Kecewa

Sampai saat ini Bjorka terpantau telah membocorkan data pengguna IndiHome, KPU, registrasi SIM prabayar, dalang pembunuhan aktivis HAM Munir, dokumen rahasia Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan sekarang melakukan doxing (mengungkap data pribadi ke publik) terhadap sejumlah pejabat Indonesia melalui saluran Telegramnya, yang terbaru dan mebuat kaget warganet Indonesia Bjorka memberikan informasi bahwa Pejabat Pemerintah tidak pernah melakukan vaksin booster.

Beberapa pejabat publik yang menjadi korbannya di antaranya Menkominfo Johnny G Plate, Ketua DPR-RI Puan Maharani, Menteri BUMN Erick Thohir dan Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan.

Tidak hanya itu, disusul Ketua Umum Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Mendagri Tito Karnavian, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga jadi korban.

Baca Juga:  Andika - Hendi Pertanyakan Kinerja Luthfi - Yasin Soal Marak Tambang Ilegal di Jawa Tengah

Tentunya hal ini membuat gerah Pemerintah Indonesia terutama penyebaran data pribadi NIK, Nama Lengkap, Nomor Ponsel, Nomor Kartu Keluarga, dsb namun sebagian warganet Indonesia mendukung aksinya untuk menguliti para pejabat.

Bahkan melalui akun twitternya yang terbaru @bjorkanesian dengan tweet berbahasa inggris, Bjorka menyapa atau menyetil akun Mochamad Iriawan atau Iwan Bule Ketua  Umum PSSI, aktivis Permadi dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Mahmud MD, sebelumnya sempat menyetil akun Denny Siregar “Bagaimana rasanya hidup menggunakan uang pajak Rakyat Indonesia  ?”.

Paling akhir Bjorka memberikan sayembara berhadiah dengan tweet “Menurut anda siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan munir dan akan ada hadiah US$100 bagi 1 orang yang beruntung”, kemudian disusul dengan threadnya menaikkan menjadi US$200 lalu ternyata US$200 terlalu kecil bagaimana dengan US$1000.

Baca Juga:  Ganjar di Peringatan HPN, Semoga Beritanya Makin Mendidik dan Tidak Lagi Recehan

Warganet Indonesia pun semakin penasaran dan tidak sedikit yang mendukung semua aksi Bjorka dalam melakukan aksinya untuk membuka semua dokumen-dokumen penting yang sebenarnya bersifat rahasia.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui juru bicaranya Ariandi Putra mengatakan mereka telah melakukan penelusuran terhadap beberapa dugaan insiden kebocoran data yang terjadi. BSSN juga melakukan validasi terhadap data-data yang dipublikasikan.

“BSSN telah melakukan koordinasi dengan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang diduga mengalami insiden kebocoran data, termasuk dengan PSE di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara,” ujar Ariandi.

BSSN, tutur Ariandi, juga telah melakukan koordinasi dengan penegak hukum, di antaranya dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!