Irwan Hidayat Didaulat Tampil Berbagi Inspirasi Dalam FAMI Summit 2023
NUSA DUA[Berlianmedia] – Ā Usia sudah sangat matang, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk sebagai perusahaan jamu terbesar kini sudah hampir satu abad.
Sejak memproduksi berbagai jenis jamu dan obat herbal di Indonesia pada 1951, eksistensi perusahaan ini pun seolah tak pernah pudar, justru kini semakin melejit, meski perusahaan jamu lainnya satu persatu telah gulung tikar tak mampu mempertahankan usahanya.
Dalam Forum Auditor Migas Indonesia (FAMI) Summit 2023, Direktur PT Industri Jamu dan FarmasiĀ Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat didaulat tampil menjadi pembicara yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Ā Kamis (21/9).
Irwan yang puluhan tahun berkecimpung di industri jamu ini memberikan business insight bagi peserta yang hadir.
Irwan mengisahkan telah 54 tahun bekerja di Sido MunculĀ dan selalu berkecimpung di bidang marketing.
Untuk menjadiĀ Sido MunculĀ seperti saat ini, dia mengaku banyak terinspirasi oleh dua hal, yaitu industri farmasi dan dunia kedokteran.
Industri farmasi disebutnya menganut empat hal, yaitu aman, rasional, jujur, dan berbasis ilmiah.
Sedangkan dari ilmu kedokteran, dia terinspirasi dengan Sumpah Hipokrates yang menyatakan dokter akan melayani pasien dengan hati, pikiran, dan ilmu yang dimiliki.
“Saya mengambil inspirasi dari perusahaan farmasi. Inspirator kedua adalah dunia kedokteran. Saya niru sehingga menjadikanĀ Sido Muncu jaya seperti sekarang ini,” ujarnya.
Selain terinspirasi industri farmasi dan dunia kedokteran, untuk memajukanĀ Sido MunculĀ hingga sukses seperti saat ini, dia punya satu prinsip, yaitu harus dicintai (lovable).
Untuk mewujudkan prinsipnya itu, dia berkeyakinan harus menjadi sesuatu yang bermanfaat.
“Kita harus menjadi sesuatu yang bermanfaat jika ingin dicintai,” tutur Pria kelahiran Yogyakarta itu.
Produksi obat maupun suplemen herbal pun dijalankan berdasarkan penelitian ilmiah, secara rasional, aman, dan jujur. Irwan juga melibatkan anak cucu untuk menguji produk Sido Muncul.
Dalam menjalankan bisnis ini, Irwan tak menampik kemerosotan nyaris pernah menghampiri kebangkrutan Sido Muncul. Bahkan pada 1969-1985 perusahaan mengalami krisis utang yang dapat menyebabkan bangkrut. Sejak saat itulah, Irwan menyadari bahwa dirinya harus menjalankan bisnis berbasis ilmiah.
“Dari 69 sampai 85 Sido Muncul itu enggak maju-maju bahkan mengalami krisis hutang tapi sejak 85 saya menyadari saya harus berbasis ilmiah, referensinya dunia farmasi, baru setelah 20 tahun kepercayaan itu tumbuh,” ujar Irwan.
Pada 1997, pabrik Sido Muncul pindah dari Lingkungan Industi Kecil (LIK) Bugangan Semarang ke Bergas, Ungaran, Kabupaten Semarang yang kini telah memiliki laboratorium sendiri. Dari pabrik dan laboratorium itulah produk-produk Sido Muncul banyak dilahirkan dengan mengikuti perkembangan jaman.
“Sekarang laboratorium kerja 24 jam selama 5 hari dan 232 tenaga kerja dari beberapa bidang ilmu. Itu yang menjadi motor dan jantung daripada usaha kami,” tuturnya.
Irwan pun kini memimpin empat jabatan sekaligus demi mengubah sistem kerja Sido Muncul agar visi perusahaan semakin cepat tercapai. Tak hanya menjabat sebagai direktur, dia juga terlibat langsung pada pengembangan dan penelitian produk, kehumasan, hingga marketing.
“Ini bukan soal ngirit ya tapi speed. Saya ingin bagaimana Sido Muncul perusahaan yang tidak dikenal, berusaha untuk merubah itu menjadi terkena, tidak hanya di negeri sendiri, tetapi internasional,ā ujar Irwan.
Irwan menuturkan sering putar otak untuk menghasilkan ide kreatif yang dapat menarik konsumen. Puncaknya adalah saat menggandeng mantan model Anna Maria Sofyana istri Roy Martin menjadi bintang iklan Jamu Tolak Angin 2006. Strategi bisnis ini pun memberikan keuntungan Sido Muncul naik 5 kali lipat.
Irwan juga turun langsung membujuk guru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan menjadi bintang iklan Kuku Bima Energi 2006. Mendulang kesuksesan iklan sebelumnya, Sido Muncul berhasil meningkatkan laba hingga 4 kali lipat.
“Orang empati kepada Mbah Maridjan karena dia polos, lurus, teguh hatinya dan Anna Maria karena penderitaan dicintai banyak orang. Saya memutuskan Sido Muncul harus menjadi perusahaan yang dicintai,” tuturnya.
Berkat kedua tokoh publik itu, Irwan kini dapat membuka jenis usaha lain di antaranya restoran, perhotelan, transporatsi, bahkan kini bersiap membangun proyek pembangunan 3 gedung hotel berbintang di Semarang, setelah sebelumnya sukses membangun Hotel Tentrem di Yogyakarta, Hotel Tentrem, Hotel Chanti dan Candi Baru di Semarang, kini juga tengah dibangun hotel Tentrem di Jakarta
Tidak hanya itu, Irwan juga merencanakan bakal membangun fasilitas berbagai sarana olahraga di antaranya Tentrem Sport Center, Tentrem Tenis Academi, Tentrem Sport Hotel di Klipang, Semarang Timur dengan delapan lapangan tenis hardcourt indoor, empat lapangan tenis gravel indoor, enam lapangan tenis hardcourt outdoor, satu stadium tenis dengan kapasitas 2.300 penonton yang dilengkapi fasilitas Gym yang lengkap untuk olah raga tenis dan driving range 52 bay.
Namun demikian, Irwan tak berpuas diri dan terus mencari cara dalam mempertahankan eksistensi perusahaan.
Irwan pun mengaku tak terlalu setuju jika perusahaan hanya terpatok dengan key performance index (KPI).
Menurutnya, bisa saja mematok KPI, tapi jangan dijadikan sebagai penilaian akhir keberhasilan karyawan.
āSaya paling nggak seneng KPI. Kalau ada KPI sih nggak papa, tapi targetnya jangan tinggi, supaya tercapai terus targetnya. Yang penting logika aja. Prosesnya yang lebih penting,” ujarnya.
Perusahaan pun terus berupaya membantu sesama lewat CSR, seperti bantuan operasi katarak, penanganan stunting dan penderita diagnosa kanker.
“Saya 25 tahun selama itu saya belum pernah ngeluarin karyawan karena KPI. Saya baru tahu kata-kata itu 35 tahun lalu sejak investornya masuk. Semuanya dikeluarkan karena KPI. Padahal semua karyawan di bawah tim saya, ada 80 orang di marketing belum pernah kurang (dipecat) asal dia persentasenya logika. Kerja logika hasilnya saya tanggung jawab,” katanya.
Irwan melanjutkan visi kecintaan ini dengan ikut berpartisipasi membangun Jawa Tengah sebagai daerah pariwisata, pengelolaan air, dan aktif melakukan kegiatan donasi kepada masyarakat sembari promosi produk Sido Muncul.


