Buat Warga Geger Pria Diduga ODGJ Panjat Tower Seluler Setinggi 50 Meter
SEMARANG[Berlianmedia] – Warga di Jalan Gurami RT 5 RW 8, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, dikejutkan seorang pria yang di duga ODGJ memanjat tower setinggi 50 meter, Kamis (14/9) pagi.
Aksi yang dilakukan pria tersebut, membuat warga sekitar panik karena saat memanjat tanpa menggunakan alat pengaman.
Lurah Kuningan Andi Wijanarko mengatakan jika pemanjat tersebut bernama Abdul Hamid. Pria berusia 31 tahun, memanjat tower jaringan telekomunikasi sekitar pukul 10.20 WIB. Pihaknya mendapat informasi dari warga dan langsung menghubungi Damkar untuk melakukan evakuasi.
“Menurut informasi, orang tersebut memanjat tower tanpa diketahui tahu-tahu sudah sampai di atas,” ujar Andi Wijanarko saat di lokasi.
Andi menyebut pria ODGJ itu berhasil diturunkan dengan iming-iming dibelikan rokok dan es teh oleh Kepolisian dari Tim Elang Polsek Semarang Utara dan Damkar Kota Semarang.
“Tadi dari pihak Tim Elang (Unit Reskrim Polsek Semarang Utara), Tim Elang juga datang sambil iming-iming dibelikan es, dibelikan rokok,” ujarnya.
Andi menjelaskan tidak ditemukan kartu identitas pada pria tersebut, namun dia mengaku dari Jawa Timur.
“Diajak ngobrol nggak nyambung, katanya dari Jawa Timur, nggak ada identitas,” tuturnya.
Di area tower sebenarnya sudah diberi pengaman pagar dan kawat berduri.
Menurut penjaga warung di dekat tower, Dwi Susilowati, juga melihat pria yang mengaku bernama Abdul Hamid itu memanjat pagar dan sempat dilarang untuk masuk diarea tower.
“Tiba tiba sudah diatas paling ujung, Sudah saya ini kan ‘Pak jangan di atas Pak terus dia lihatin saya terus,” ujarnya.
Namun, Dwi tak lagi menghiraukan orang itu karena sibuk membuka warung. Dwi menyebut orang itu bukan warga di sekitar lokasi.
Dia menuturkan, jika sebelum memanjat, pria itu sarapan di salah satu warung di dekat lokasi. Pria itu juga terlihat seperti ling-lung dan langsung meninggalkan warung tersebut.
āKatanya di warung sebelah situ sarapan, dikasih, bilang makasih ya. Langsung saya buka warung dia di situ, tenguk-tenguk gitu aja. Dia nggak sering kelihatan, baru pertama kali kok,ā ujarnya.
Setelah berhasil diturunkan Abdul Hamid dibawa oleh Dinas Sosial dan kemudian membawanya ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebelum dimasukan ke dalam panti.


