SMA N 4 Semarang Terima Piagam Penghargaan MURI Parade Wayang Wong

SEMARANG[Berlianmedia] –
SMA Negeri 4 Semarang menerima Piagam Penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor “Parade Wayang Wong yang melibatkan 396 Siswa Menengah Atas Terbanyak”.

Penyerahan Piagam Penghargaan MURI diserahkan langsung oleh Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Prof Dr (HC) KP Jaya Suprana kepada Kepala Kepala SMA Negeri 4 Semarang, Wiwin Sri Winarni SS di Jakarta, Kamis 13 Juli 2023 lalu.

Wiwin Sri Winarni SS dalam penerimaan Piagam Penghargaan MURI di Jakarta didampingi, Komite Sekolah Taufik dan Erick, Waka Kurikulum Ririn Masrikhah M Si, Waka Kesiswaan Aunur Rofiq S Ag, Waka Sarpras Siti Ekowati M Pd serta dua Siswa perwakilan klas X.

Wiwin Sri Winarni mengatakan SMA Negeri 4 Semarang mendapat Piagam Penghargaan dari MURI berawal dari Implementasi Kurikulum Merdeka dimana salah satu tema untuk kelas X terkait dengan kearifan lokal.

Baca Juga:  Amankan Libur Nataru, Polres Demak Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Bersama

“Kita mengangkat kearifan lokal yang ada di Jawa Tengah salah satunya Wayang Wong,” ujarnya kepada berlianmedia.com di ruang kerjanya, Senin (17/7).

Wayang Wong adalah sebuah budaya yang memiliki filosofi luar biasa, dimana tokoh tokohnya memiliki karakter. Ada banyak hal yang bisa teladani dari para tokoh wayang wong tersebut.

Wiwin menuturkan, banyak nilai-nilai moral yang bisa diajarkan kepada anak didik kita.

“Kami mengajak para siswa untuk belajar tentang wayang wong di Ngesti Pandawa. Apa itu wayang wong, bagaimana pertunjukannya, bagaimana membuat skenarionya dan lainya,” tuturnya.

Menurutnya, siswa-siswi di ajak ke Ngesti Pandawa, hingga mereka mendapat sosialisasi dan banyak hal yang didapatkan mengenai seni budaya wayang wong.

Di sekolah, lanjutnya, anak- anak mulai mempraktek dalam sebuah Pagelaran Wayang Wong. Bahkan penampilannya membuat para guru serta orang tua siswa kelas X terharu bercampur bangga sekali.

Baca Juga:  Gandeng Huawei, Solo Jadi Percontohan Giga City 5G

“Anak muda (milenial) ini bisa mementaskan sebuah Mahakarya Pagelaran Wayang Wong begitu hebatnya,” ujar Wiwin.

Menurutnya, yang membuat semua merinding melihat pementasannya, karenan anak-anak menggunakan bahasa Jawa. Kaum milenial sangat bisa menghargai budayanya, bisa mengambil bayak nilai-nilai moral.

Tujuan dari kurikulum merdeka yaitu mewujudkan profil pelajar Pancasila ini bisa terwujud dengan terbentuknya karakter para siswa.

Wiwin menambahkan, pertunjukan ini melibatkan sebanyak 396 siswa kelas X. Jadi ide ini muncul dari siswa SMA Negeri 4 Semarang yang mengajukan ke MURI dan mendapat respon yang sangat luar dari Ketua Umum MURI Jaya Suprana.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!