Target Penurunan Pengangguran Terbuka Jauh Dari Target, PKS Peringatkan Gubernur
SEMARANG[Berlianmedia] – Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah memberi peringatan keras kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena target penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) masih jauh dari target akhir masa jabatan.
Menurut Fraksi PKS, target akhir RPJMD atas Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,00 %.Ā Namun tingkat pencapaiannya dari total target akhir baru mencapai 71,81%.
Hal itu disampaikan oleh Anggota Fraksi PKS DPRD Jawa Tengah Jasiman dalam Pemandangan Umum Fraksi PKS terhadap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2022., Senin (05/06).
“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih punya PR menurunkan 1,57% dalam kurun waktu sangat singkat pada sisa masa jabatan Gubernur.Ā Jika dilihat tren penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah dari Tahun 2017-2022, rataārata hanya minus 0,2 persen maka itu sangat berat,ā tambahnya.
Hal itu, lanjutnya, karena sebelum pandemi TPT mencapai 4,44% namun meningkat tajam pada tahun pandemic menjadi 6,48%.Ā Oleh karena itu pengembangan startup wirausaha baru, serta pemberdayaan dan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro yang telah dilakukan perlu terus dimonitor perkembangannya dan harus dipastikan berdampak pada pengurangan pengangangguran terbuka.
Selain itu Jasiman menyoroti pula penurunan angka kemiskinan akhir masa jabatan yang direncanakan masih jauh dari pencapaian Tahun 2022.Ā Dokumen RPJMD mencatat komitmen penurunan kemiskinan di akhir masa jabatan sebesar 7,48 % – 6,48 % atau baru tercapai 68,12% dari target.
“Jika dilihat tren penurunan angka kemiskinan Jawa Tengah dari Tahun 2017-2022, dapat diketahui rataārata penurunan angka kemiskinan setiap tahun hanya mencapai 0,416%. Hasil ini sebenarnya menunjukkan bahwa roadmap target penurunan angka kemiskinan belum terlaksana secara baik,” tuturnya.
Menurutnya, ketidaksesuaian antara realisasi dan roadmap target penurunan angka kemiskinan setiap tahun akan menyebabkan beratnya pencapaian target akhir masa RPJMD di bulan September 2022.Ā Jika September 2022 ā September 2023 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus mneurunkan sebesar 3,5 %, rasanya amat sangat berat.
Namun Fraksi PKS juga mengapresiasi positif tercapainya Realisasi PAD pada akhir tahun 2022 mencapai Rp16.264.618.853.852,00 atau 100,76% dari target yang direncanakan.Ā Dibanding realisasi tahun anggaran 2021, penerimaan PAD mengalami peningkatan sebesar Rp1.569.143.955.690,00 atau 9,65%. Realisasi PAD memberikan kontribusi sebesar 67,30% terhadap keseluruhan Pendapatan Daerah.Ā Salah satu prioritas Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2022 adalah Pemantapan tata kelola pemerintahan dan kondusivitas wilayah serta peningkatan kapasitas dan ketahanan fiskal daerah.
Oleh karena, Jasiman menambahkan, itu pertanyaan mendasar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, apakah realisasi tersebut sudah benar berbanding lurus dengan potensi PAD yang ada?Ā Terutama pada jenis Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dimana harus dibandingkan dengan kepemilikan kendaraan bermotor di Jawa Tengah.
āJika potensi PAD memang besar (terbukti realisasi >100%), maka ke depan harus berani menggenjot PAD mencapai 75% dari total Pendapatan Daerah pada Tahun selanjutnya,” tandasnya.


