Soal Kasus Pelecehan Seksual Pada Anak, Ganjar: Semua Punya Peran Melindungi Anak

BLORA[Berlianmedia] – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap guru dan orangtua aktif terlibat mendampingi anak-anaknya. Jika terjadi tindak pelecehan seksual dan anak menjadi korbannya, mereka bisa speak up.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar menanggapi adanya sejumlah kasus kekerasan seksual pada anak di Jawa Tengah akhir-akhir ini. ā€œIya guru mendampingi, orangtua juga sekarang mesti serius mendampingi anak-anaknya,ā€ ujar Ganjar, Jumat (27/1).

Beberapa waktu terakhir, sejumlah kasus pencabulan pada anak di sejumlah daerah di Jawa Tengah ramai diberitakan. Kasus itu pun sudah ditangani oleh pihak Kepolisian.

Ganjar mengatakan, para pelaku itu memang harus diproses sesuai hukum yang berlaku dan tak boleh lolos. Dia berharap kasus serupa tidak terjadi lagi, sehingga semua pihak memiliki peran untuk bisa melindungi anak-anak.

Baca Juga:  Tumpah Ruah, Warga Antusias Tonton "Wayang Orang on The Street" di Kota Lama Semarang

ā€œKemarin sudah muncul umpama seperti yang di Brebes itu tadi, saya bilang silakan ditangani polisi. Jadi nggak boleh ada yang lolos kalau soal kekerasan kepada anak,ā€ tuturnya.

Ganjar menambahkan, pentingnya ada edukasi agar anak terlindungi. Jika terjadi kekerasan berani bicara sehingga kasus bisa terungkap dan tertangani. Selain itu juga agar ada pendampingan pada korban secara tepat.

Dia meminta semua pihak ikut berperan mencegah agar tak ada lagi cerita adanya kekerasan seksual pada anak, terlebih sebagian dilakukan oleh orang di lingkungan terdekat korban.

Ganjar juga meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk turut serta mengambil peran dalam pencegahan dan mengedukasi. ā€œKadang-kadang kan kemarin terjadi sesuatu yang tidak enak. Gurunya pelakunya, terus kemudian orang dekat yang melakukan,nah ini ada tokoh masyarakat tokoh agama kita, kita lah yang mengedukasi, anak itu untuk disayangi dan disiapkan bukan dianiaya,ā€ ujarnya.

Baca Juga:  Nawal Yasin Dukung Komitmen PPTI Berantas Tuberkulosis di Jawa Tengah

Sebagai langkah preventif terkait hal ini, tutur Ganjar, pihaknya juga telah menyebarluaskan nomor kontak dari DP3AKB Jawa Tengah yang bisa dihubungi untuk pengaduan. Kontak tersebut yakni pada nomor 085799664444 untuk layanan kekerasan atau konsultasi kekerasan. Selain itu juga ada layanan konsultasi keluarga pada nomor layanan 0857999972111.

ā€œSudah ada mekanisme yang disiapkan oleh mereka maka kalau anak-anak kemarin siswa itu mengatakan ayo semua harus berani speak up gitu ya, mesti bicara, itu disampaikan,ā€ ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah memastikan perlindungan bagi pelapor termasuk juga korbannya. ā€œKita akan lindungi seluruh yang menjadi pelapor sehingga mereka akan betul-betul memahami bahwa ini terproteksi dengan baik sehingga kita pun kalau menyelesaikan dengan baik,ā€ tuturnya.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!