DPRD Jateng Inisiasi Gelar Pertunjukkan Tari Kuda Lumping

CILACAP[Berlianmedia] – Kesenian tradisional di Kabupaten Cilacap kembali didorong untuk dapat bangkit kembali dengan menggelar berbagai pementasan, setelah dua tahun terakhir akvitas seniman terhenti akibat pandemi.

Berbagai seni tari khas Kabupaten Cilacap kini sudah mulai digelar lagi oleh para seniman di daerah itu.

Kali ini DPRD Jateng berinisiasi untuk menggelar pagelaran kesenian tradisional di antaranya Tari Gambyong, Tari Baladewan dan Pentas Kuda Lumping/Ebeg yang berlangsung di Curug Mujan, Desa Bulaksari, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Sabtu (17/12).

Tari-tarian tradisional itu merupakan tarian khas Banyumasan yang penuh dengan kreasi baru dan dimainkan para seniman muda dari sanggar seni Wahyu Bekongmas dan Sanggar Seni Wahyu Puji Lestari. Bahkan aktivitas masyarakat juga digambarkan dalam tari-tarian tersebut.

Sebelum pertunjukkan kesenian tari tradisional itu digelar, acara diawali dengan dialog Laras Budaya bersama DPRD Prov Jateng, yang menghadirkan narasumber Anggota Komisi E DPRD Jateng Inna Hadianala SE dan Budayawan Romlan SSy.

Dialog yang mengusung tema “Membangun dan Memberdayakan Perekonomian Rakyat Berbasis Kesenian”, itu dipandu moderator oleh Dendi Ganda dari Trijaya FM Semarang.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Inna Hadianala mengatakan DPRD Jateng sangat peduli terhadap kesenian tradisional daerah hingga akan terus didorong agar lebih berkembang ke depan dan tidak tergerus oleh seni budaya lain, atau semakin punah.

Baca Juga:  BUS GRATIS SRAGEN: DARI HIBAH INSTANSI, UNTUK PENDIDIKAN ANAK BANGSA

Selain itu, lanjutnya, DPRD juga akan terus mendorong kesenian tradisional bisa masuk kurikulum sekolah-sekolah, sejak SD sehingga diharapkan siswa-siswa dapat memahami dan berkreasi untuk ikut mengembangkan kesenian tradisional.

Menurutnya, pertunjukan seni tari ini merupakan salah satu momentum untuk membangkitkan kembali kesenian tradisional, menjaga budaya dan kearifan lokal.

Berbagai budaya lokal, lanjutnya, berperan besar dalam membentuk dan mengembangkan jati diri bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.

DPRD Jateng, tutur Inna Hadianala, berupaya ikutserta melestarikan kesenian tradisional dengan mendorong para seniman terutama para generasi muda kembali berkreasi pasca pandemi. Bahkan selain membangkitkan kesenian tradisional, juga membangkitkan perekonomian setempat.

ā€œDPRD akan terus ikut melestarikan kesenian tradisional dengan mengadakan pertunjukan, kesenian dengan berbagai warna tari, mengingat pementasan seni tari berperan besar dalam mengembangkan kearifan lokal dan menjaga kesenian warisan leluhur,ā€ ujar Nala panggilan akrab Inna Hadianala.

Nala mengajak semua generasi muda hingga anak-anak kembali bersama-sama membangkitkan kesenian tradisinal daerah sebagai budaya Indonesia, yang diharapkan bisa lebih dikenal masyarakat luas.

Baca Juga:  Kejari Semarang Musnahkan Ribuan Barang Bukti Tindak Pidana

ā€œHarus ada kader seniman muda sebagai penerus hingga kesenian tradisional, bisa terus berkembang dan semakin dicintai masyarakat. Warga Bantarsari kan banyak seniman yang bisa terus menciptakan kader-kader seniman muda. Ini pekerjaan rumah (PR) lho,ā€ tutur Nala.

Nala juga berharap, tarian tradisional Banyumasan ini bisa semakin dikenal oleh masyarakat, sehingga mereka tidak hanya mengenal kesenian modern, tetapi juga dapat mencintai kesenian tradisional daerah dalam bentuk nyata.

Sementara itu, Budayawan Romlan SSy menuturkan sangat mengapresiasi langkah DPRD Jateng yang terus mendorong para seniman tetap berkreasi dan ikut melestarikan kekayaan budaya bangsa dengan menggelar pementasan berbagai seni tradisional.

Dia menambahkan tari tradisi ini merupakan kreasi baru yang mengusung berbagai kearifan lokal dan khas daerah Cilacap.

ā€œSaya berkomitmen tetap akan terus mengembangkan kesenian tradisional bersama seniman- seniman muda di wilayah Cilacap,ā€ ujar Romlan.

Menurutnya, kesenian saat ini sudah modern, sehingga banyak diantara mereka yang tidak mengetahui kesenian tradisional tersebut. Selain itu, ada juga tarian yang dikhususkan untuk menunjukan potensi unggulan di Kabupaten Cilacap. Misalnya, Tari Gambyong dan Tari Baladewan.

Baca Juga:  Paseduluran Cokro Manunggal dan Battra SN Gelar Baksos Pengobatan

ā€œPotensi kesenian tradisional Cilacap tidak lepas dari giatnya para seniman dan sejumlah sanggar seni untuk mempertahankan dan melestarikan berbagai seni tari tradidisonal,ā€ tuturnya.

Seusai dialog, digelar pentas beberapa seni Tari Kuda lumping, Tari Gambyong dan Tari Baladewan yang dimainkan para senima muda asuhan Romlan.

Geliat Panggung Kesenian Tradisional Bantarsari nampaknya benar-benar terasa gayeng lagi, karena ruang ekspresi seniman ini menjadi awal kembangkitan mereka setelah terpuruk akibat pandemi.

Pertunjukan tari tarian yang tampil bergantian itu mendapat sambutan puluhan penonton. Mereka bersorak dan tepuk tangan meriah.

Penampilan yang lincah seniman muda dengan membawakan tari Kuda Lumping membuat puluhan penonton kembali bertepuk tangan dan penuh antusias mereka ramai-ramai mengabadikan gambar dengan mengambil foto melalui ponselnya secara bergantian.

Tari Kuda Lumping yang diiringi gending ini memiliki gerakan dan hentakan kaki yang lincah. Tari ini menggambarkan prajurit penunggang kuda semakin gagah dan berani. Kostum tradisionalpun yang digunakan juga sangat apik bak jak Joki yang hebat.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!