Wujudkan Pertanian Mandiri, Pemkab Sukoharjo Gelar Pembinaan Kelembagaan

SUKOHARJO[Berlianmedia] – Dalam upaya mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern, Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menggelar pembinaan kelembagaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (27/7).

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan pemerintah mempunyai komitmen yang besar dalam pembangunan di sektor pertanian. Terlebih lagi, sektor pertanian penuh dengan ketidakpastian. Dalam berbudidaya tanaman, banyak risiko yang dihadapi dari awal budidaya sampai dengan panen.

“Faktor lahan, air, iklim dan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) menjadi kendala dalam keberhasilan berbudidaya. Oleh karena itu Pemerintah harus hadir untuk membantu dan mempunyai komitmen yang besar pada pembangunan di sektor pertanian,” ujar Bupati.

Menurutnya, tantangan di Kabupaten Sukoharjo yang paling nyata dihadapi di masa yang akan datang adalah semakin meningkatnya kebutuhan pangan, tetapi luas lahan pertanian semakin berkurang.

Baca Juga:  SMK Negeri Boarding dan Semi Boarding di Jateng Bakal Terima 777 Siswa

Selain itu, lanjutnya, masih kurangnya infrastruktur pertanian baik berupa jaringan irigasi, pengembangan sumber air baru untuk pertanian, prasarana jalan pertanian. Kemudian ketersediaan benih dan bibit bermutu yang masih terbatas, masih lemahnya kelembagaan petani dan kemampuan kelompok petani dalam persaingan global.

“Adanya anomali iklim berupa El Nino juga menjadi ancaman gagal panen, untuk itu kolaborasi stakeholder untuk mengatasi kendala ini harus lebih intensif agar kerugian di tingkat petani dapat dikendalikan dan ketersediaan pangan tetap terjaga,” tutur Etik Suryani.

Dia menambahkan, untuk menyiasati kemunculan El Nino setelah tiga tahun fase La, semua petani diharap untuk segera mempercepat tanam dan memanfaatkan ketersediaan air, agar pada saat puncak El Nino pada Bulan September, fase pertumbuhan tanaman sudah tidak membutuhkan air.

Baca Juga:  Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Dandim 0736/Batang

“Manfaatkan sumber-sumber air yang masih tersedia untuk memaksimalkan produksi komoditas pertanian. Gunakan benih yang berumur pendek dan tahan kekeringan agar Kabupaten Sukoharjo tidak hanya surplus pangan, namun juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo pada umumnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk kelompok tani maupun kelompok pembudi daya ikan (Podakan), di antaranya Kelompok Pembudi Daya Ikan (Podakan) Mina Makmur Kelurahan Jetis mendapat bantuan Hibah APBD untuk kegiatan Paket Budidaya Lele sebesar Rp20 juta, dan Podakan Ngudi Makmur Bersikum Kelurahan Kenep mendapat bantuan Hibah APBD untuk kegiatan Paket Budidaya Lele sebesar Rp110 juta.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!