Unnes Kembali Kukuhkan 4 Guru Besar
SEMARANG[Berlianmedia] – Universitas Negeri Semarang (Unnes) kembali menambah 4 Guru besar. Pengukuhan guru besar dari empat fakultas dilaksanakan dalam rapat terbuka Senat Akademik Universitas yang digelar di Auditorium UNNES, Selasa (7/2).
Keempat guru besar yang dikukuhkan terdiri Prof Dr Suwito Eko Pramono MPd dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) sebagai guru besar dalam bidang ilmu Manajemen Mutu Pendidikan Sejarah, Prof Dr Heny Setyawati MSi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) sebagai guru besar dalam bidang ilmu Psikologi Olahraga, Prof Dr Parmin SPd MPd dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai guru besar dalam Bidang Ilmu Pengembangan Calon Guru IPA Profesional dan Prof Samsudin Anis ST MT PhD dari Fakultas Teknik (FT) sebagai guru besar dalam bidang ilmu Termodinamika.
Rektor Unnes Prof Dr S Martono MSi mengatakan penambahan guru besar ini merupakan bukti bahwa Unnes merupakan lembaga pendidikan yang terus bertumbuh menjadi perguruan tinggi yang semakin hebat.
“Keberadaan para profesor yang memiliki prestasi cemerlang yang membuat UNNES semakin teguh sebagai perguruan tinggi berkelas dunia dan pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi,” ujar Rektor.
Menurutnya, sebagai perguruan tinggi Unnes menyimpan banyak sekali potensi keilmuan. Dengan potensi kelimuan itulah Unnes akan sukses bertransformasi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia dan pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi.
“Kita memiliki 101 program studi dari cabang ilmu yang sangat beragam. Pada masing-masing program studi itu ada pakar dari subdisiplin yang berbeda. Insyaallah UNNES akan sukses bertransformasi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia dan pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi,” tutur Prof Martono.
Dalam kesempatan ini, Prof Dr Suwito Eko Pramono MPd menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Perlukah Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Kinerja Akademik”.
Menurutnya, penerapan manajemen pendidikan bukan sekadar untuk menaikkan gengsi dan prestise, melainkan sebagai upaya yang sistematis, sistemis, dan objektif. Melalui gagasan intelektualnya, dia merancang perencanaan berbasis data yang disusun berdasarkan hasil internal factor analysis summary (IFAS) dan external factor analysis summary (EFAS) bukan sekadar SWOT analysis guna mewujudkan pendidikan yang efektif dan efisien.
Sedangkan Prof Dr Heny Setyawati MSi memaparkan orasi ilmiahnya berjudul “Aspek Psikologis dan Performa Atlet”. Wanita kelahiran Temanggung, 10 Juni 1967 ini mengatakan latihan keterampilan psikologis menjadi satu bentuk latihan yang sangat dibutuhkan atlet.
Dalam orasinya, Prof Dr Heny Setyawati menjelaskan latihan psikologis harus dilakukan setiap hari pada saat persiapan umum, persiapan khusus dan pra kompetisi. Menurutnya, latihan keterampilan psikologis yang dilakukan secara teratur dan fokus sesuai tujuan, akan membuat daya tahan mental atlet menjadi kuat sehingga akan mencapai prestasi maksimal pada setiap pertandingan.
Orasi ilmiah selanjutnya disampaikan Prof Dr Parmin SPd MPd yang memaparkan pidato pengukuhan berjudul “Pengembangan Calon Guru IPA Profesional”. Dia menjabarkan bahwa tantangan menyiapkan calon guru IPA saat ini lebih kompleks, karena dihadapkan pada karakteristik generasi milenial yang sedang disiapkan menjadi calon guru.
Menurut penelitian yang dilakukan, pengembangan calon guru IPA harus terus dilakukan secara berkelanjutan melalui penelitian, pengembangan kurikulum, pelatihan, microteaching, dan praktik pengalaman lapangan di sekolah mitra sehingga dapat menghasilkan lulusan yang profesional yang diharapkan dapat mengembangkan keterampilan saintis siswa di Indonesia.
Sementara itu, Prof Samsudin Anis ST MT PhD dalam paparannya menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Peran Termodinamika dalam Penyediaan Energi Terbarukan dan Air Minum dari Udara”. Berkat ilmu termodinamika yang didalami, Prof Samsudin Anis berhasil menciptakan bio-oil dan biodiesel berbahan limbah padat maupun limbah cair, menciptakan alat Atmospheric Water Maker yang memproduksi air minum dari udara, mengembangkan sistem pembangkit listrik hybrid berbasis energi angin dan energi surya yang dilengkapi sistem IoT sebagai sumber energi terbarukan, serta menciptakan charcoal briquette dari tempurung kelapa yang berhasil memenuhi kualitas standar briket industri mitra.
Hal tersebut digagasnya sebagai usaha mengatasi krisis energi dan air bersih untuk menjaga ketahanan energi dan pangan di masa depan.
Unnes berkomiten terus menambah jumlah guru besar yang memiliki visi menjadi universitas bereputasi dunia dan pelopor kecemerlangan pendidikan yang berwawasan konservasi
Dengan bertambahnya empat guru besar ini, berarti Unnes telah memiliki sebanyak 96 guru besar.


