Unjuk Rasa Mahasiswa Semarang Robohkan Pagar, Belasan Mahasiswa Luka Terkena Gas Air Mata
SEMARANG [Berlianmedia]- Unjuk rasa ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang semakin memanas dan berlangsung ricuh, hingga merobohkan pagar DPRD Provinsi Jawa Tengah dan menyebabkan belasan mahasiswa luka-luka akibat terkena gas air mata, Kamis (22/8).
Awalnya, ribuan mahasiswa hanya melakukan orasi-orasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang.
Namun semakin siang, ribuan mahasiswa bergeser merangsek ke arah utara menuju samping gedung DPRD Jawa Tengah yang berbatasan dengan Taman Indonesia Kaya (TIK).
Di depan pagar, para mahasiswa masih melakukan orasi-orasi dan berusaha untuk masuk, dengan mendorong-dorong secara paksa pagar samping gedung DPRD Jawa Tengah, hingga menyebabkan pagar setinggi lebih kurang 2, 5 meter itu roboh dan menyebabkan kericuhan.
Kondisi tersebut menyebabkan anggota kepolisian bersiaga dengan menembakkan water canon dan gas air mata untuk menghalau massa aksi mahasiswa, sehingga menyebabkan massa mahasiswa kocar kacir berlarian menyelamatkan diri, ke arah SMA 1 dan ke arah bundaran air mancur Jalan Imam Barjo.
Sempat dikejar oleh sejumlah polisi mengendarai sepeda motor trail ke arah bundaran air mancur, namun akhirnya polisi memilih mundur karena kalah jumlah, sebab beberapa mahasiswa yang bertahan sempat melakukan perlawanan.
Akibat tembakan gas air mata, beberapa mahasiswa sempat terjatuh dalam upaya menyelamatkan dirinya.
Ada sekitar belasan mahasiswa yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit.
Aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut, merupakan aksi protes menolak revisi Undang-undang (UU) Pilkada yang menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK), terkait batas usia dan ambang batas calon kepala daerah peserta pemilu.
Belasan mahasiswa yang terluka akibat terkena gas air mata dan di bawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan adalah sebagai berikut.
- Muchamad Fatah Akrom (23) Lpm dinamika sesak napas, pingsan,
- Nabil abiyan (20) BEM FPIK Undip sesak napas pingsan
- Tiza (19) BEM Undip sesak napas mata perih
- Zahra (19) BEM Unnes sesak napas mata perih pingsan
- alzena (19) mahasiswa fh Undip sesak napas mata perih mual
- indraswari (18) mahasiswa UIN Walisongo sesk napas mata perih pingsan mual
- ela Faizah (23) Sema u UIN Walisongo ketua korpri UIN Walisongo sesk napas mata perih
- Nadya Calista (20) BEM Undip sesak napas mata perih pingsan mual
- hanif Muammar (21) Unnes sesak napas hampir pingsan kaki kena pagar bengkak
- Najwa (20) mahasiswa UIN Walisongo, sesak napas bagian perut sakit
- Dimas afila (2021) BEM fh Undip, kena tembak peluru gas air mata, dijahit hidungnya,
- imam Akbar (21) fh Undip, mata perih Teling pengang dan sesak napas.


