TPID Pantau Harga Kebutuhan Pangan di 52 Pasar Tradisional
SEMARANG[Berlianmedia] – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai melakukan pemantauan komoditas pangan, sebagai upaya untuk pengendalian harga serta melihat ketersediaan bahan pokok di Pasar Tradisional.
Ketua TPID Iswar Aminuddin melakukan pemantauan di 52 pasar tradisional di Kota Semarang, guna mengetahui gejolak harga sejumlah komoditas pangan.
Iswar mengatakan untuk mengendalikan inflasi memang tidak hanya satgas pangan saja yang harus turun ke lapangan, namun juga satgas inflasi yang harus ikut andil dengan turun ke lapangan terutama ke pasar-pasar besar, emngingat pasar besar ini menjadi tolok ukur harga hingga ke tingkat masyarakat konsumen.
“Kita punya tim, dari tingkat atas hingga RT dan RW, Bapak Ibu lurah dan Bhabinkamtibmas akan mengecek dan harus memetakan wilayah, ketika menemukan rumah atau gudang yang dimanfaatkan untuk menimbun kebutuhan pokok,”ujar Iswar saat operasi pasar di Pasar Bulu, Rabu (15/3).
Iswar menambahkan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama jajarannya untuk memantau harga bahan pokok. Bahkan pemantauan ini akan dilakukan setiap hari.
“Sudah kita lakukan rapat bersama Satgas Pangan dan Satgas Inflasi Daerah, agar harga ini dapat terpantau setiap hari dan terkondisi dengan baik,” tutur Iswar yang juga menjabat Sekda Kota Semarang itu.
Menurutnya, saat ini memang ada kenaikan harga pada beberapa bahan pokok seperti telur dan daging ayam. Namun kenaikan harga tersebut masih dalam taraf fajar.
“Beberapa hari ini ada kenaikan harga, telur dan daging ayam, tapi tidak signifikan, ini akan tetap terjaga sampai kedepannya,” ujarnya.
Saat ini, tutur Iswar, Pemkot Semarang juga sudah menyiapkan anggaran transportasi jika memang ada kenaikan harga bahan pokok yang pendistribusian jarak tempuh membutuhkan transportasi.
“Pemkot akan membantu pengambilan kedistributor, untuk mengurangi HPP (Harga Pokok Penjualan), jika terjadi kenaikan harga,” tuturnya.


