TGIPF: Jatuhnya KorbanTragedi Kanjuruhan Lebih Mengerikan di CCTV

JAKARTA[Berlianmedia] – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) melaporkan temuan Tragedi Kanjuruhan Sabtu (01/10). Salah satunya terkait hasil rekaman dari 32 CCTV di stadion yang memperlihatkan momen-momen terjadinya kericuhan yang membuat ratusan orang meninggal dunia.

Ketua TGIPF Mahfud Md mengatakan fakta yang ditemukan dari tragedi di Kanjuruhan setelah laga antara Arema FC vs Persebaya yang ditemukan timnya lebih mengerikan daripada berita-berita yang beredar di televisi maupun media sosial.

Mahfud menambahkan, sesuai hasil investigasi TGIPF melalui 32 CCTV dan juga fakta lainnya, proses jatuhnya korban lebih mengerikan dari yang beredar selama ini.

“Hasil temuan kami, jatuhnya korban jauh lebih mengerikan dari yang beredar. Kami melihat dari 32 CCTV yang dimiliki oleh aparat itu lebih mengerikan dari semprot mati, semprot mati,” ujar Mahfud dalam jumpa pers yang disiarkan YouTube Setpres, Jumat (14/10).

Baca Juga:  Semen Padang Semarakkan Jalan Sehat Bersama BUMN di Magelang

Mahfud MD menuturkan,  dalam cuplikan yang diambil dari CCTV, jatuhnya para korban dalam Tragedi Kanjuruhan lebih mengerikan dari hanya sekadar disemprot gas air mata.

Dia menyebut ada yang bergandengan untuk bisa keluar dan ada yang temannya tertinggal di dalam lalu ada juga yang masuk kembali ke stadion untuk menyelamatkan temannya.

“Jadi itu lebih mengerikan dari sekadar semprot mati, semprot mati gitu. Ada yang gandengan untuk bisa keluar bersama, satu bisa keluar, yang satu tertinggal, yang di luar balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati,” tuturnya.

Mahfud MD juga menyampaikan ada juga yang terlihat diberi bantuan pernapasan.

“Ada juga yang memberi bantuan pernapasan, itu karena satunya sudah tidak bisa bernapas, kena semprot juga mati, itu ada di situ, lebih mengerikan daripada yang beredar karena ini CCTV,” ujar Mahfud MD.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!