TGIPF: Ada Penekanan Terhadap Kapolres Malang Soal Jadwal Kick Off

JAKARTA[Berlianmedia] – Dalam dokumen Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) terkait Tragedi Kanjuruhan, Sabtu (01/10), tercantum kesaksian Komnas HAM yang menyebut ada tekanan-tekanan dari seorang pensiunan jenderal ke Kapolres Malang.

“Direktur Operasional PT LIB Irjen Pol Sudjarno melakukan tindakan-tindakan yang menekan Kapolres Malang agar pertandingan Arema vs Persebaya tetap dilakukan malam hari,” dikutip dari dokumen hasil temuan TGIPF Tragedi Stadion Kanjuruhan, Senin (17/10).

Kesaksian Komnas HAM itu mirip sekali dengan kesaksian Polres Malang yang terdapat di dokumen itu. Polres Malang telah melayangkan surat resmi untuk meminta jadwal pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dimajukan ke sore hari.

Surat itu dilayangkan pada 13 September. Enam hari setelahnya, PT LIB meminta panitia pelaksana Arema FC untuk berkomunikasi dengan kepolisian agar pertandingan tetap digelar malam hari.

Baca Juga:  Borobudur Marathon, Warga Tuai Banyak Keuntungan

TGIPF dalam dokumennya menuliskan, pada Tanggal 19-20 September 2022, Kapolres Malang mengadakan komunikasi via telepon dengan Dir Ops PT LIB Irjen Purn Sujarno yang mengatakan laga tetap harus dilaksanakan pada malam hari karena tidak dicapai titik temu terkait kesepakatan antar broadcast (Indosiar) dengan PT LIB.

Menurut TGIPF, ada motif ekonomi yang kuat dalam penentuan jadwal siaran ini. Salah satu temuan TGIPF adalah dugaan kontrak PT LIB dengan televisi penyiar yang mengharuskan pertandingan digelar malam hari.

Indosiar selaku pihak broadcaster sendiri sudah memberikan klarifikasi dengan menyatakan tak punya masalah jika jadwal pertandingan berubah. Mereka berkata hal serupa sudah sering terjadi sejak 2018 dan Indosiar tak pernah meminta ganti rugi.

“Menurut pihak Indosiar, jika PT LIB melimpahkan kesalahan kepada mereka, seluruh stakeholder tentunya juga menginginkan jadwal penayangan sesuai jadwal awal, namun pada akhirnya keputusan tetap berada pada PT LIB, sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan dan memahami situasi kondisi,” ucap TGIPF mengenai kesaksian dari Indosiar.

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!