Temukan Bug Sistem Kemanan Google, Ini Kisah Inspiratif Sang Penemu: Mudzakir Siswa SMKN 8 Semarang

SEMARANG[Berlianmedia] – Abdullah Mudzakir, siswa kelas XII SMK Negeri 8 Kota Semarang, mendapatkan apresisasi dari perusahaan teknologi dunia Google setelah berhasil menemukan bug (celah rentan) dalam system Google.

Atas temuan ia mendapatkan hadiah 5000 UD dollar atau sekitar Rp75 juta.

Menurut Mudzakir, bug pada sistem google ia temukan di tahun 2020, namun ia baru mengirimkan tahun 2021 setelah adanya sayembara.

“Ini semacam sayembara biasa, kita bisa melaporkan temuan bug di google kapan saja. Bahkan  beberapa perusahaan memang ada sayembara menemukan bug dan yang berhasil diberikan hadiah.“ ujarnya saat ditemui di sekolahnya, Selasa (14/3).

Pemuda 18 tahun asal Dusun Karangbolo, Lerep, Kabupaten Semarang itu mengatakan bug pada sistem di google yang ia temukan termasuk langka dan cukup sulit untuk ditemukan didalam sistem Google oleh para peretas.

Baca Juga:  Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok, Wali kota Semarang Luncurkan "Kempling Semar"

Dalam laporannya ke pihak Google, Mudzakir sempat beradu argument, untuk meyakinkan terkait temuan bug yang dapat membahayakan sistem Google.

“Ini adalah kerentanan dan saya mengajukan banding sampai berdebat atau beradu argument, baru setelah setengah bulan lamanya akhirnya dapat diterima” jelasnya

Selain mendapatkan reward berupa uang, berkat temuannya siswa dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, mendapatkan kartu Google Bug Hunters.

Kartu ini diberikan google bagi seseorang yang memiliki kemampuan hacking atau meretas serta menemukan kerentanan pada sebuah sitem dan dilaporkan ke perusahaan terkait.

Atas temuannya dan kemampuan yang dimiliki, kini mudzakir semakin diakui oleh perusahaan-perusahaan untuk menemukan dan melaporkan bug pada sistem mereka, termasuk Google yang meminta Mudzakir untuk menemukan bug pada program baru Google.

Baca Juga:  PSIS Semarang Rekrut Mantan Asisten Pelatih Fisik Timnas Indonesia

Meskipun masih berstatus pelajar, Mudzakir sudah bekerja untuk perusahaan yang menyediakan pelayanan sekuriti sistem yang ada di Jakarta, dan  masuk dalam divisi pengecekan kerawanan website atau aplikasi.

Mudzakir juga mengikuti bug bounty yang diadakan perusahaan untuk menemukan bug mereka, serta aktif mengikuti kejuaraan cyber security lainnya

Untuk kedepan, Mudzakir telah merencanakan untuk mengasah kemampuannya didunia cyber security.

“Untuk watu dekat ini saya ingin melanjutan ke perguruan tinggi” tutur Mudzakir yang berkeinginan memiliki perusahaan cyber security itu.

Untuk meningkatkan kemampuan siswa didiknya, Kepala Sekolah  SMK Negeri 8 Kota Semarang Harti, selalu memberikan bimbingan bagi siswa didiknya yang berminat dan mencarikan wadah yang tepat untuk mereka dapat lebih berkembang.

“Untuk siswa yang memiliki talenta khusus dan  masih sekolah namun sudah mendapatkan job sekolah,  ada tim khusus yang menangani hal ini, yakni tim pembelajaran dan tim penilaian. Untuk disekolah kami ( SMKN 8) tidak hanya Mudzakir yang telah mendapatkan job di usia sekolah, namun siswa lain juga ada,” tutur Harti.

Baca Juga:  Pantau Persiapan Pemilu, Nana: Pemilu di Jateng Sudah Siap

Ia menambahkan, untuk meningkatkan kemampuan para siswanya itu, pihak sekolah  aktif menjalin berkolaborasi berbagai industry.

“Kami berharap sosok Mudzakir dapat memotivasi para siswa lainnya untuk terus berprestasi dalam mengembangkan kemampuan melalui bidangnya masing masing,” ujarnya. (SAP)

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!