Tani Merdeka Siap Jadi Garda Terdepan Perjuangkan Nasib Petani di Karesidenan Semarang

Komitmen Korwil: Tani Merdeka Hadir untuk Petani, Peternak, dan Nelayan

Semarang, Berlian media – Koordinator Wilayah (Korwil) Karesidenan Semarang, Beni Subagio, menegaskan komitmen organisasi Tani Merdeka untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan nasib petani, peternak, dan nelayan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama para petani yang membahas berbagai persoalan mendasar di sektor pertanian.

Menurut Beni Subagio, Tani Merdeka hadir bukan sekadar sebagai organisasi, tetapi sebagai wadah perjuangan yang secara nyata akan membantu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku sektor pertanian.

“Tani Merdeka bertekad untuk membantu para petani, peternak, dan nelayan dalam memperjuangkan segala kebutuhan terkait pertanian, serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang timbul di tengah masyarakat,” ujarnya.

Komitmen tersebut, lanjut Beni, telah dituangkan secara resmi dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Tani Merdeka sebagai landasan perjuangan organisasi ke depan.

Baca Juga:  Menteri AHY Tegaskan Pentingnya Kesejahteraan Transmigran dalam Program Transmigrasi Nasional

Soroti Kelangkaan Pupuk dan Harga di Atas HET

Dalam kesempatan itu, Beni Subagio juga menyoroti persoalan klasik yang hingga kini masih membelit petani, yakni kelangkaan pupuk serta harga pupuk yang jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat memberatkan petani, karena biaya produksi menjadi tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

“Masalah pupuk ini harus menjadi perhatian serius. Kelangkaan pupuk dan harga yang tidak sesuai HET membuat petani semakin tertekan,” katanya.

Selain itu, Tani Merdeka juga mendorong adanya kebijakan yang berpihak kepada petani, khususnya dalam hal penentuan harga hasil pertanian. Beni menilai bahwa harga hasil panen harus disesuaikan dengan biaya sarana produksi (saprotan) yang telah dikeluarkan petani, sehingga petani tetap memperoleh keuntungan yang layak.

“Petani tidak boleh terus merugi. Harga hasil pertanian harus disesuaikan dengan biaya produksi agar petani tetap untung,” tegasnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Jadi Ke-61, Kowad Kodam IV/Diponegoro Ziarah Di TMP Giri Tunggal

Dorong Produktivitas Padi dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian

Dalam dialog tersebut, para petani juga menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam upaya meningkatkan produktivitas padi.

Salah satu masalah utama yang dikeluhkan adalah serangan hama tikus yang dinilai semakin sulit dikendalikan. Hama ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi petani, bahkan dapat menyebabkan gagal panen.

Selain itu, persoalan infrastruktur pertanian juga menjadi perhatian, khususnya terkait kondisi jaringan irigasi yang dinilai sudah banyak mengalami kerusakan dan membutuhkan renovasi.

“Kami menerima banyak keluhan dari petani terkait hama tikus yang sulit dikendalikan, serta irigasi yang perlu segera diperbaiki agar produktivitas padi bisa meningkat,” ungkap Beni.

Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka akan berupaya menjembatani aspirasi petani kepada pemerintah agar permasalahan tersebut dapat segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Retret Jateng Ditutup, Ahmad Luthfi Tekankan ASN Miliki Sense of Crisis

Harapan Tani Merdeka Menjadi Ormas Modern dan Besar

Ke depan, Beni Subagio berharap Tani Merdeka dapat berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan (ormas) yang modern, profesional, dan memiliki kekuatan besar dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya petani.

Menurutnya, keberadaan Tani Merdeka harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.

“Tani Merdeka harus menjadi ormas modern yang besar, yang selalu bersama rakyat petani dan masyarakat pada umumnya,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya soliditas organisasi serta peran aktif seluruh anggota dalam mengawal perjuangan petani di berbagai daerah.

Dengan komitmen tersebut, Tani Merdeka diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan yang kuat dan konsisten dalam memperjuangkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan, sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian di Indonesia.[Sumber: Petrix Suryanto|Tani Merdeka Kab. Semarang]

Mari Berbagi:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!